Tempatnya Berbagai Info Penulis

Iklan

Rabu, 09 November 2022

Pengertian, Unsur, Jenis, dan Manfaat Asuransi

 

Pengertian Asuransi

Dalam setiap aktivitas yang dilakukan masyarakat pasti tidak bisa terpisah dari yang namanya resiko. Resiko tersebut merupakan hal yang tidak bisa dihindarkan. Salah satu cara untuk meminimalisir resiko adalah dengan asuransi. Asuransi dapat memberikan manfaat dengan menyisihkan beberapa kekayaan yang dimiliki untuk mengurangi kerugian akibat risiko yang akan dihadapi. Lantas apa sebenarnya asuransi itu??

Kata asuransi berasal dari bahasa Belanda “assurantie” yang artinya pertanggungan. Secara istilah asuransi dapat diartikan jaminan atau pertanggungan yang diberikan oleh pihak penanggung kepada pihak yang ditanggung untuk resiko kerugian sebagaimana telah ditetapkan dalam surat perjanjian bila terjadi kecelakaan atau kerugian lainnya dengan pertanggungan membayar premi sesuai dengan jumlah yang ditentukan. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia kata asuransi didefinisikan “pertanggungan atau perjanjian antara dua pihak, dimana pihak yang satu berkewajiban membayar iuran dan pihak yang lain berkewajiban memberikan jaminan sepenuhnya kepada pembayar iuran apabila terjadi sesuatu yang menimpa pihak pertama atau barang miliknya sesuai dengan perjanjian yang dibuat”.

Terdapat beberapa definisi asuransi menurut para ahli, berikut pengertian asuransi menurut para ahli :

  1. Menurut Abbas Salim, asuransi adalah suatu kemauan untuk menetapkan kerugian-kerugian kecil (sedikit) yang sudah pasti sebagai pengganti (substitusi) kerugian-kerugian besar yang belum pasti.
  2. Menurut M. Nur Rianto, asuransi adalah sebuah mekanisme perlindungan terhadap pihak tertanggung apabila mengalami resiko di masa yang akan datang dimana pihak tertanggung akan membayar premi guna mendapatkan ganti rugi dari pihak penanggung.
  3. Menurut Dessy Anwar, asuransi adalah pertanggungan, perjanjian pihak yang satu akan membayar kepada pihak yang lain, ganti rugi terlaksana bila terjadi kecelakaan, kebakaran, kematian, dan sebagainya.
  4. Menurut Mehr dan Cammack, asuransi merupakan suatu alat untuk mengurangi resiko keuangan dengan cara pengumpulan unit-unit ekposur dalam jumlah yang memadai, untuk membuat agar kerugian individu dapat diperkirakan. Kemudian kerugian yang dapat diramalkan itu dipikul merata oleh mereka yang tergabung.
  5. Menurut C. Arthur William Jr dan Richard M.Heins, asuransi adalah sautu pengaman terhadap kerugian finansial yang dilakukan oleh seorang penanggung dan asuransi adalah suatu persetujuan dengan mana dua atau lebih orang atau badan mengumpulkan dana untuk menanggulangi kerugian finansial.

Dari beberapa definisi diatas bisa diambil kesimpulan bahwa asuransi adalah mekanisme perlindungan terhadap harta yang dimiliki didalamnya terdapat pihak tertanggung yang membayar sejulah dana kepada pihak penanggung guna mendapatkan rugi atas resiko yang mungkin akan terjadi di masa yang akan datang.

Dalam pasal 246 KUH Dagang sendiri disebutkan bahwa “asuransi atau pertanggungan adalah suatu perjanjian dengan mana seorang penanggung mengikat diri kepada seorang tertanggung dengan menerima suatu premi untuk penggantian kepadanya karena suatu kerusakan atau kehilangan keuntungan yang diharapkan yang mungkin akan dideritanya karena suatu peristiwa yang tidak tentu.” Dari segi ekonomi asuransi berarti suatu pengumpulan dana yang dapat dipakai untuk menutupi atau mengganti rugi kepada orang yang mengalami kerugian.

Unsur-Unsur Asuransi

  1. Pihak tertanggung (insured), yaitu pihak yang berjanji membayar uang premi kepada pihak penanggung, secara sekaligus atau berangsur-angsur.
  2. Pihak penanggung (insure), yaitu pihak yang berjanji akan membayar sejumlah uang kepada pihak tertanggung apabila terjadi suatu peristiwa yang tak tertentu.
  3. Peristiwa (accident), yaitu sesuatu yang terjadi dan mengandung unsur tak tertentu (tak diketahui sebelumnya)
  4. Objek asuransu, yaitu benda, hak serta hal lainnya yang termasuk dalam objek asuransi sesuai dengan yang dijanjikan pihak penanggung.

Jenis-Jenis Asuransi

Asuransi Kesehatan

Asuransi kesehatan adalah asuransi yang menangani masalah yang berkaitan dengan kesehatan. Asuransi kesehatan memberikan jaminan kesehatan dan perawatan kepada pihak tertanggung jika mengalami kecelakaan atau sakit. Asuransi jenis ini banyak diberikan oleh perusahaan atau instansi tempat seseorang bekerja. Secara garis besar ada dua jenis perawatan yang ditawarkan oleh perusahaan asuransi, yakni rawat inap dan rawat jalan.

Asuransi Jiwa

Asuransi jiwa merupakan asuransi yang menghindarkan atau mengurangi resiko yang diakibatkan oleh resiko kematian. Asuransi jiwa menanggung atas kematian seseorang dengan memberikan sejumlah keuntungan finansial pada pihak tertanggung atas kematiannya. Ketika pihak tertanggung meninggal dunia, pemegang polis (kotrak asuransi) akan menerima uang pertanggungan dari asuransi jiwa.

Asuransi Pendidikan

Asuransi pendidikan merupakan asuransi yang memberikan perlindungan terhadap biaya pendidikan di masa depan. Asuransi pendidikan juga sebuah tabungan untuk pendidikan masa depan anak sebagai pemegang polis. Asuransi jenis ini cukup populer belakangan ini karena semakin tingginya biaya pendidikan tiap tahunnya sehingga banyak orang tua yang kini memiliki asuransi pendidikan untuk anaknya.

Asuransi Dana Pensiun

Asuransi dana pensiuan adalah asuransi yang diperlukan untuk perencanaan hidup utamamya terkait finansial di masa pensiuan agar hidup tetap terjamin dan tidak membebani orang lain. Asuransi dana pensiun merupakan salah satu bentuk investasi untuk menjamin hari tua.

Asuransi Umum atau Kerugian

Asuransi umum adalah perlindungan terhadap resiko kerugian dan kehilangan yang dialami oleh pemegang polis. Salah satu asuransi umum yang terkenal adalah asuransi kendaraan bermotor. Asuransi jenis ini biasanya memiliki jangka waktu yang pendek.

Manfaat Asuransi

Memberikan Rasa Aman dan Perlindungan

Asuransi yang dimiliki oleh pihak tertanggung bisa memberikan rasa aman dari kerugian yang mungkin timbul di masa mendatang. Jika kerugian tersebut benar-benar terjadi, pihak tertanggung berhak mendapatkan kompensasi kerugian sebesar polis yang ditelah ditentukan dan disepakati sebelumnya.

Sumber Tabungan dan Sumber Pendapatan

Premi yang dibayarkan oleh pihak tertanggung tiap periodenya memiliki substansi yang sama dengan tabungan. Contohnya pada asuransi jenis pendidikan dan asuransi dana pensiun. Kedua asuransi tersebut sistemnya hampir seperti tabungan yang akan bermanfaat di masa depan.

Alat Penyebaran Resiko

Resiko yang seharusnya ditanggung oleh pihak tertanggung ikut dibebankan pada penanggung dengan sejumlah premi tertentu yang didasarkan atas nilai pertanggungan.

Menjaga Stabilitas Usaha

Perusahaan akhir-akhir ini menyadari bahwa asuransi adalah salah satu faktor yang menciptakan goodwill (jasa baik) antara pimpinan dan karyawan. Perusahaan-perusahaan tersebut menyediakan polis secara berkelompok untuk para karyawan dengan cara perusahaan membayar keseluruhan atau sebagian dari premi yang telah ditetapkan. Adanya mekanisme seperti itu dapat menjadi stabilisator jalannya usaha perusahaan.

Mengurangi Kekhawatiran

Fungsi asuransi adalah mengurangi kekhawatiran akibat ketidakpastian. Dengan mengikuti asuransi dapat mengurangi ketidakpastian ekonomi dari kerugian yang tidak pasti. Bila seorang telah membayar premi, orang tersebut akan terbebas dari kekhawatiran kerugian besar dengan memilkul premi yang telah dibayar. Dengan membayar premi, seseorang memperoleh kepastian biaya kemungkian kerugian.

Kamis, 20 Oktober 2022

Manajemen dan 4 Fungsi Manajemen

Manajemen

Kata manajemen berasal dari bahasa latin “manus” yang berarti tangan dan “agree” yang berarti melakukan. Apabila kedua kata tersebut digabungkan menjadi “manager” yang berarti menangani. Selain itu ada pendapat lain yang mengatakan berasal dari bahasa Perancis “menagement” yang berarti seni melaksanakan dan mengatur. Kemudian diserap ke dalam bahasa Indonesia menjadi manajemen.

Manajemen adalah proses mengarahkan sumber daya yang dimiliki oleh organisasi untuk mencapai tujuan yang diinginkan. Manajemen dipandang sebagai suatu proses mencapai tujuan organisasi melalui interaksi sumber daya dan pembagian tugas yang ada.

Manajemen dapat membuat bisnis atau organisasi menjadi lebih berkembang karena dijalankan secara terstruktur dan prosedural. Manajemen akan membantu dalam penetapan keputusan atau kebijakan perusahaan.

Dari uraian diatas tidak dapat dipungkiri bahwa kegiatan manajemen memiliki fungsi yang besar. Ada beberapa fungsi manajemen yang ada dalam suatu organisasi.

Fungsi Manajemen

Fungsi manajemen adalah elemen-elemen dasar yang ada dan melekat dalam proses manajemen yang dijadikan acuan dalam melaksanakan kegiatan untuk mencapai tujuan. Manajemen berlangsung dalam suatu proses yang sistematik dan berkesinambungan. Fungsi-fungsi manajemen yang paling umum digunakan meliputi fungsi Planning (perencanaan), Organizing (pengorganisasian), Actuating (pelaksanaan), dan Controling (pengawasan) yang biasa disingkat P-O-A-C.

Fungsi Planning (Perencanaan)

Planning atau perencanaan adalah proses penentuan tujuan atau sasaran yang akan dicapai dan menciptakan jalan serta sumber daya yang diperlukan dalam mencapai tujuan tersebut seefektif dan efisien mungkin. Perencanaan sangat penting dan tidak boleh dilewatkan dalam proses manajemen. Perencanaan merupakan fungsi yang paling fundamental, karena fungsi lainnya terlebih dahulu harus ditunjang oleh planning.

Perencanaan harus dapat menjawab pertanyaan apa yang harus dikerjakan, mengapa harus dikerjakan, bagaikana harus dikerjakan, dimana harus dikerjakan, dan kapan harus dikerjakan. Perencanaan yang baik akan memperlancar tercapainya visi dan misi organisasi yang hendak dicapai.

  • Perencanaan memberikan arah sasaran bagi perusahaan dan mencerminkan prosedur terbaik untuk mencapau sasaran tersebut. Tujuan utama dari perencanaan dalam perusahaan antara lain :
  • Memberikan arahan yang baik untuk manajer ataupun karyawan. Adanya rencana, karyawan dapat mengetahui apa yang harus dicapai, dengan siapa bekerja sama, dan apa yang harus dilakukan untuk mencpai tujuan tersebut.
  • Mengurangi ketidakpastian. Ketika manajer akan membuat rencana, ia akan dipaksa untuk melihat kemungkinan yang terjadi di masa depan, meramalkan perubahan, memperkirakan efek dari perubahan tersebut, dan menyusun rencana untuk menghadapinya.
  • Meminimalisir pemborosan. Adanya kerja yang terarah dan terencana, karyawan dapat bekerja lebih efisien serta mengurangi pemborosan.
  • Menetapkan tujuan dan standar yang digunakan dalam fungsi selanjutnya, yaitu pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengawasan.

Perencanaan berdasarkan jangka waktunya dapat dibedakan atas :

  • Perencanaan jangka panjang, perencanaan yang biasanya mempunyai jangka waktu lima sampai sepuluh tahun atau lebih.
  • Perencanaan jangka menengah, perencanaan yang biasanya mempunyai jangka waktu dua sampai lima tahun.
  • Perencanaan jangka pendek, perencanaan yang biasanya mempunyai jangka waktu satu sampai tiga tahun.

Fungsi Organizing (Pengorganisasian)

Fungsi kedua adalah penorganisasian (organizing), pengorganisasian adalah serangkaian tindakan yang melibatkan banyak orang untuk menempati unit-unit tertentu, seperti kerja manajerial, teknis dan sebagaonya. Pengorganisasian pada dasarnya merupakan upaya untuk melengkapi upaya untuk melengkapi rencana yang telah dibuat sebelumnya dengan susunan organisasi pelaksanakanya. Dalam pengorganisasian yang harus diperhatikan adalah kegiatan harus jelas siapa yang mengerjakan, kapan dikerjakan, dan apa targetnya.

Pengorganisasian mencakup menentukan tugas, mengelompokkan tugas, mendelegasikan otoritas serta mengalokasikan sumber daya di seluruh organisasi. Fungsi organizing menciptakan strktur formal dimana pekerjaan ditetapkan, dibagi dan dikoordinasikan.

Manfaat pengorganisasian antara lain :

  • Pembagian tugas-tugas bisa sesuai dengan kondisi perusahaan.
  • Menciptakan spesialisasi saat menjalankan tugas.
  • Karyawan dalam perusahaan mengetahui tugas apa yang akan mereka laksanakan.

Fungsi Actuating (Pelaksanaan)

Setelah penyusunan rencana, pengorganisasian sumber daya yang ada maka fungsi selanjutnya adalah menggerakkan atau pelaksanaan anggota untuk bergerak dalam mencapai tujuan. Pelaksanaan adalah proses implementasi dari semua rencana, konsep, ide serta gagasan yang telah dibuat untuk mencapai tujuan organisasi.

Fungsi actuating sederhananya adalah bagaimana membuat anggota organisasi mau melakukan apa yang diinginkan organisasi. Fungsi ini sangat melibatkan kualitas, gaya kepemimpinan, motivasi, komunikasi, dan budaya organisasi. Fungsi pelaksanaan harus dimulai pada pimpinan organisasi. Seorang pemimpin harus mampu bersikap objektif dalam menghadapi berbagai persoalan organisasi yang beragam, objektif dalam menghadapi perbedaan karakter anggotanya. Pemimpin harus peka dengan kodrat manusia yang memiliki kelebihan dan kekurangan berbeda-beda.

Tindakan Actuating dapat dibagi dalam tiga tahap,yakni :

  • Memberikan semangat, motivasi, inspirasi atau dorongan sehingga timbul kesadaran dam kemauan para petugas untuk bekerja dengan baik. Tindakan ini disebut juga motivating.
  • Pemberian bimbingan melalui contoh-contoh tindakan. Tindakan ini disebut directing yang meliputi beberapa tindakan sepert pengambilan keputusan, mengadakan komunikasi antara pimpinan dan staf, memilih orang-orang yang menjadi anggota kelompok dan memperbaiki sikap, pengetahian maupun ketrampilan staf.
  • Pengarahan (directing atau commanding) yang dilakukan dengan memberikan petunjuk-petunjuk yang besar, jelas dan tegas. Segala saran atau intruksi kepada staf dalam pelaksanaan tugas harus diberikan dengan jelas agar terlaksana dengan baik dan terarah kepada tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya.

Fungsi Controling (Pengawasan)

Fungsi terakhir dalam manajemen adalah pengawasan atau controling. Pengawasan dapat diartikan sebagai usaha menentukan apa yang sedang dilaksanakan dengan cara menilai hasil atau prestasi yang dicapai sudah sesuai atau meyimpang dari standar yang telah ditentukan. Apabila melenceng dari standar akan segeral dilakukan perbaikan sehingga hasil akan sesuai dengan apa yang direncanakan.

Pengawasan merupakan kegiatan positif karena mengarahkan kegiatan sedemikian hingga dapat mencapai tujuan yang diinginkan. Pengawasan merupakan alat untuk menjamin bahwa rencana yang telah dilaksanakan sesuai dengan yang ditetapkan.

Dalam fungsi controlling ada beberapa hal yang perlu dperhatikan, yakni:

  • Menentukan standar atau tolak ukur prestasi kerja.
  • Mengukur hasil kerja dengan standar yang ada.
  • Membandingkan prestasi dengan langkah-langkah yang ditetapkan.
  • Mengambil langkah-langkah untuk perbaikan hasil yang tidak sesuai dengan standar atau tolak ukur yang ditetapkan.

Selasa, 18 Oktober 2022

Pengertian Passive Income dan Contohnya

passive income

Pengertian Passive Income

Belakangan ini Passive Income merupakan istilah yang sering dibicarakan oleh generasi milenial. Banyak anak muda zaman sekarang yang berjuang membangun passive uncome untuk mendapatkan uang tambahan.  Kebutuhan yang semakin meningkat dan harga barang semakin tinggi, membuat banyak orang mulai mencari pendapatan tambahan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Apabila diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia, passive income memiliki arti pendapatan pasif.  Sederhananya passive income adalah pendapatan atau penghasilan yang diperoleh dengan melakukan aktivitas yang minim bahkan tidak ada sama sekali. Passive income merupakan cara membantu mendapatkan uang tanpa harus banyak melakukan aktivitas. Membangun passive income berarti berusaha membuat uang atau asset yang dimiliki bekerja untuk kita dan menghasilkan uang.

Passive income merupakan dambaan banyak orang, karena dengan adanya passive income seseorang meskipun tidur pun bisa mendapatkan penghasilan. Penghasilan akan terus masuk, tidak bergantung pada aktif atau tidaknya kita.

Biasanya untuk memulai passive income dengan melakukan investasi awal, yang umumnya tidak hanya mengumpulkan banyak uang, namun juga harus bisa kerja keras dan banyak melakukan riset. Apabila passive income ini sudah terbangun, anda tinggal duduk manis menikmati aliran pendapatan tanpa harus melakukan banyak aktivitas lagi. Passive income bisa didapatkan melalui berbagai cara, seperti berinvestasi, sewa properti, dan kegiatan lainnya yang mampu memberikan aliran uang tanpa kerja yang substansional.

Beberapa Contoh Passive Income

1. Membangun Sebuah Blog

Membuat blog merupakan kegiatan umum bagi generasi milenial zaman sekarang. Blogging adalah salah satu cara menjadikan passion dan minat sebagai penghasilan tambahan. Anda tinggal membuat tulisan atau artikel yang anda sukai dan minati kemudian posting. Apapun topik yang ada tulis, pasti akan ada audiens yang tertarik membacanya.

Lalu darimana sebuah blog dapat mendatangkan pundi-pundi uang??? Dalam dunia blogging ada sistem periklanan yang disebut adsense. Dengan menghubungkan blog dengan Google Adsense, Anda akan memperoleh penghasilan tiap ada orang yang mengklik iklan yang terpasang di blog Anda. Meskipun per kliknya tidak terlalu besar namun nominalnya lumayan untuk penghasilan tambahan (Berdasarkan pengalaman penulis sendiri, per klik iklan bisa memperoleh Rp500-Rp2000). Bayangkan jika blog anda memiliki pengunjung tetap setiap hari 1000, asumsikan 1% dari pengunjung Anda mengklik iklan di blog anda. Maka sehari dapat diasumsikan Anda mendapatkan penghasilan Rp5.000-Rp20.000 tanpa melakukan apa-apa, dan dalam sebulan bisa mendapatkan Rp600.000. Nilai yang cukup besar dengan hanya menulis dan duduk manis bukan?.

Mendapatkan passive income melalui blog memiliki kelebihan seperti terus mendatangkan pengunjung dan bebas bahasan topik. Namun juga memiliki beberapa kekurangan, anda memerlukan ketekunan untuk membangun blog supaya memiliki pengunjung tetap yang besar, selain itu persaingan antar blogger saat ini semakin ketat.

2. Investasi Saham dan Redaksana

Investasi merupakan cara mendapatkan passive income yang paling sedikit mengeluarkan usaha dibandingkan cara lainnya. Investasi memberikan ruang bagi uang bekerja untuk kita. Investasi paling populer adalah investasi saham, obligasi, dan redaksana. Hal yang terpenting dalam berinvestasi adalah menentukan tujuan dan target waktu investasi, barulah menentukan produk investasi yang cocok.

Di zaman yang semakin maju ini, investasi semakin mudah dilakukan, banyak aplikasi yang menawarkan investasi dengan nominal yang rendah, bahkan mulai Rp10.000 saja.

3. Penyewaan Properti

Jasa penyewaan properti adalah passive income yang cukup menjanjikan. Apabila anda memiliki rumah, unit apartemen, atau bangunan yang tidak terpakai anda bisa memanfaatkannya sebaga sumber income. Anda bisa menjadikan rumah anda sebagai tempat kos. Bayangkan saja anda memiliki rumah dengan 10 kamar yang tidak terpakai, dengan harga kos tiap bulan Rp500.000, maka anda sebagai pemilik kos akan bisa mendapatkan Rp5.000.000 per bulan.

Kamis, 13 Oktober 2022

Self-Regulated Learning (Pengertian, Karakteristik, Tahapan dan Kelebihan)


1.     Pengertian Self-Regulated Learning

Self-regulated learning pada dasarnya merupakan self-regulation atau regulasi diri yang diterapkan dalam proses belajar (learning). Hal ini dapat dilihat dari pendapat Zimmerman (dalam Woolfolk, 2008:403) yang memberikan penjelasan tentang self-regulated learning sebagai berikut.
self-regulation as the process we use to active and sustain our thoughts, behavoiurs and emotions in order to reach our goals. When the goals involve learning, we talk about self-regulated learning”.
Self-regulation merupakan suatu proses yang kita gunakan untuk mengaktifkan dan mempertahankan pikiran, tindakan dan emosi kita dalam rangka untuk meraih tujuan tertentu. Ketika tujuan itu berkaitandengan kegiatan belajar, maka kita berbicara tentang self-regulated learning.
Selanjutnya, Ormrord (2011:347) mengungkapkan bahwa “self-regulated learning is regulation of one’s own cognitive processes and studying behaviors in order to learn successfully”. Self-regulated learning merupakan regulasi proses kognitif dan perilaku belajar pada seseorang dalam rangka untuk mensukseskan belajarnya. Self-regulation sendiri dijelaskan bahwa self-regulation atau regulasi diri adalah proses penentuan tujuan untuk diri sendiri dan berkaitan dengan perilaku serta proses kognitif yang mendukung pencapaian tujuan.
Definisi self-regulated learning yang lain menurut Snowman dan McCown (2012:283) adalah sebagai berikut.
“Self-regulated learning refers to any thoughts, feelings, or actions that are purposely generated and controlled by a student to maximize learning of knowledge and skills for a given task and set of conditions.”
Self-regulated learning merupakan segala bentuk pikiran, perasaan, atau perbuatan yang sengaja dilakukan dan dikendalikan oleh siswa untuk memaksimalkan pembelajaran pengetahuan dan keterampilannya untuk menyelesaikan tugas yang diberikan dan menyesuaikan diri dalam kondisi tertentu.
Self-regulated learning melingkupi tiga area, yaitu kognisi, motivasi, dan perilaku (Endedijk, 2006:9). Kognisi adalah area yang berhubungan dengan pikiran atau aktivitas berpikir. Motivasi merupakan area yang berhubungan dengan perasaan atau afeksi. Perilaku adalah area yang berkaitan dengan tindakan. Ketiga area ini, menurut Wolters dkk (2003:6), merupakan fungsi psikologis (psychological functioning).
Berdasarkan definisi-definisi di atas, dapat disimpulkan bahwa self-regulated learning adalah segala bentuk pikiran, perasaan, atau perbuatan berkaitan dengan proses kognitif dan perilaku belajar yang sengaja dilakukan oleh seseorang untuk menyelesaikan tugas belajarnya dalam kondisi tertentu dalam rangka mencapai tujuan yang telah ditetapkan dalam hal kesuksesan belajar.
Baca Juga :  Kaitan Antara Self-Regulated Learning dengan Hasil Belajar Pendidikan Jasmani Adaptif Siswa Tunadaksa

2.     Karakteristik Self-Regulated Learning Siswa

Menurut Ormrod (2011:343), berikut adalah tipikal karakteristik self-regulation siswa pada masing-masing tingkatan kelas.

Tabel Tipikal Karakteristik Self-Regulation Siswa pada Masing-Masing Tingkatan Kelas

Kelas
Tipikal Karakteristik
Area
0 – II
1. Sedikit internalisasi dari standar perilaku orang dewasa; sedikit kemampuan mencegah perilaku yang tidak pantas
2. Muncul kemampuan untuk menentukan tujuan dalam belajar dan meraih prestasi
3. Sedikit penggunaan self-instructions (self-talk) untuk mengontrol perilaku
4. Sedikit self-evaluation (evaluasi diri) dalam efektivitas dan ketepatan kinerja; takut salah dalam melakukan sesuatu
Perilaku



Motivasi


Perilaku


Kognisi

III – V
1. Penambahan kemampuan untuk menilai performa dan progres seseorang
2.  Bersalah dan malu dengan performa yang tidak memuaskan dan pelanggaran moral
3.  Muncul strategi-strategi self-regulated learning
Kognisi


Motivasi


Perilaku
VI – VIII
1. Bertambahnya kemampuan merencanakan aktivitas ke depannya, mulai berkembang kapasitas pemikiran abstrak
2. Peningkatan penguasaan beberapa strategi self-regulated learning, khususnya yang melibatkan perilaku luar atau lahir
3.  Strategi self-motivational (motivasi diri)
Kognisi



Perilaku




Motivasi
IX – XII
1. Penentuan tujuan lebih luas
2. Perkembangan strategi untuk regulasi emosi terus berlanjut, khususnya yang menimbulkan emosi yang kuat
3. Penambahan penguasaan tersembunyi (internal) dalam strategi belajar
Kognisi
Motivasi



Perilaku
Sumber: Ormrod (2011:343)
Tabel di atas menunjukkan tipikal karakteristik self-regulation siswa pada masing-masing tingkatan kelas. Setiap anak memiliki karakteristik self-regulation tertentu sesuai dengan kematangan usianya. Kemampuan anak untuk menerapkan self-regulated learning dalam proses belajar secara umum sesuai dengan karakteristik self-regulation pada usianya.

3.     Tahapan-Tahapan Proses KerjadalamSelf-Regulated Learning

Woolfolk (2008:405) memberikan model tahapan proses kerja dalam self-regulated learning secara sistematis dari langkah pertama hingga langkah terakhir. Berikut adalah tahapan atau langkah-langkah self-regulated learning yang dijelaskan Woolfolk.

a.  Analysing the learning task(analisis tugas belajar)

Pelaku self-regulated learning mengumpulkan semua informasi yang relevan untuk membentuk gambaran umum tentang tugas belajar yang diberikan, sumber belajar, dan perkiraan cara mengerjakannya atau melakukannya.

b. Setting goals and devising plans (menentukan tujuan dan perencanaan)

Memahami gambaran yang lengkap tentang tugas belajar yang akan dilakukan dapat membantu pelaku self-regulated learning dalam menyusun tujuan. Kemudian, perencanaan dikembangkan untuk meraih tujuan tersebut.

c. Enacting tactics and strategies to accomplish the task (penerapan taktik dan strategi untuk menyelesaikan tugas)

Dalam tahap ini taktik dan strategi yang telah ditentukan kemudian diterapkan untuk menyelesaikan tugas. Pelaku self-regulated learning mencurahkan perhatian khusus sepanjang tahap ini karena mereka memantau seberapa baik perencanaan yang dijalankan.

d.  Regulating learning (meregulasi proses belajar)

Pada tahap ini, pelaku self-regulated learning melakukan evaluasi dan membuat keputusan apakah ada suatu perubahan yang diperlukan pada tiga tahap di atas atau tidak.
Ormrod (2011:347) menyebutkan bahwa di dalam self-regulated learning terdapat proses-proses atau aktivitas. Ada 8 proses dalam self-regulated learning. Berikut adalah proses tersebut.

a.  Goal setting (penentuan tujuan)

Pelaku self-regulated learning memahami apa tujuan yang akan mereka raih ketika mereka membaca buku atau belajar, misalnya mereka hendak mempelajari informasi tertentu yang spesifik, mencari kerangka konseptual untuk memahami suatu topik atau materi, atau memperkaya pengetahuan untuk persiapan ujian. Intinya mereka mengikatkan tujuan tertentu pada setiap aktivitas belajar untuk meraih tujuan jangka panjangnya.

b.  Planning (perencanaan)

Pelaku self-regulated learning mampu melihat ke depan dan merencakan cara terbaik dalam memanfaatkan waktu dan sumber belajar yang mereka punyai untuk menyelesaikan tugas belajar.

c.  Self-motivation (motivasi diri)

Pelaku self-regulated learning memiliki percaya diri yang tinggi yang berhubungan dengan kemampuan mereka dalam menyelesaikan tugas belajar dengan baik. Mereka menggunakan berbagai strategi untuk tetap mengerjakan tugas hingga selesai, seperti membuat suasana belajar lebih menyenangkan, mengingatkan diri sendiri tentang pentingnya belajar dengan baik, atau menjanjikan diri sendiri hadiah ketika selesai mengerjakan tugas.

d.  Attention control (pengendalian perhatian)

Pelaku self-regulated learning memfokuskan perhatian pada materi pelajaran dan membersihkan pikiran dari potensi pikiran dan emosi yang mengganggu.

e.   Flexible use of learning strategies (penggunaan strategi belajar secara fleksibel)

Pelaku self-regulated learning memilih strategi belajar yang berbeda bergantung pada tujuan spesifk yang ingin mereka raih. Sebagai contoh, bagaimana mereka membaca suatu artikel bergantung pada apakah mereka membaca untuk sekedar hiburan atau untuk belajar dalam persiapan ujian.

f.   Self-monitoring (pemantauan diri)

Pelaku self-regulated learning secara kontinyu memantau proses belajar mereka terhadap tujuan belajar dan merubah strategi belajar atau merubah tujuan jika diperlukan.

g.   Appropriate help-seeking (pencarian pertolongan sesuai keperluan)

Pelaku self-regulated learning tidak harus melakukan semuanya sendiri. Mereka tahu kapan waktunya meminta bantuan dan bimbingan orang lain. Mereka suka meminta pertolongan yang dapat membuat mereka mampu bekerja mandiri untuk selanjutnya.

h.  Self-evaluation (evaluasi diri)

Pelaku self-regulated learning menyadari apakah belajar mereka sudah mengarah ke tujuan yang sebenarnya atau tidak. Idealnya, mereka juga melakukan ­self-evaluation untuk mengatur penggunaan strategi belajar yang bermacam-macam untuk pencapaian tujuan ke depannya.
Kedelapan proses dalam self-regulated learning menurut Ormrod ini secara umum sama seperti empat langkah self-regulated learning pendapat Woolfolk. Berikut adalah rangkuman tahap-tahap self-regulated learning: a. analisis tugas belajar; b. menentukan tujuan dan perencanaan; c. penerapan taktik dan strategi untuk menyelesaikan tugas (Woolfolk). Proses self-regulated learning yang dikemukakan Ormrod yang masuk langkah ketiga ini antara lain motivasi diri, pengendalian perhatian, penggunaan strategi belajar secara fleksibel, pemantauan diri, dan pencarian pertolongan sesuai keperluan; d. meregulasi proses belajar atau evaluasi diri.

 4.     Kelebihan Self-Regulated Learning

Menurut Rich (2013) self-regulated learning memiliki kelebihan sebagai berikut:
a. Siswa dapat mengendalikan proses belajarnya dan dapat mengelola waktu sesuai dengan keinginan siwa.
b. Siswa merasakan sensasi “keberhasilan meraih suatu prestasi” ketika mereka berhasil menyelesaikan tujuan belajar yang mereka tetapkan sendiri. Setelah itu, akan ada kecenderungan pada siswa untuk menentukan tujuan belajar yang lebih menantang untuk ke depannya.
c. Self-regulated learning bukanlah sebuah proses yang hanya berlaku untuk belajar di sekolah, tetapi self-regulated learning dapatdigunakanoleh siswa sepanjang hidup mereka dalam dunia kerja, kehidupan sosial, dan keluarga.
Woolfolk (2008:403) menyebutkan beberapa kelebihan self-regulated learning sebagai beikut:
a. Self-regulated learning dapat digunakan untuk belajar secara mandiri sepanjang hidup.
b. Self-regulated learning mempunyai kombinasi antara kemampuan belajar akademik dengan kontrol diri sehingga belajar dapat lebih mudah.

Menurut Westwood (2011:67), self-regulated learning juga dapat mengantarkan seorang siswa menjadi pebelajar mandiri. Berdasarkan pendapat beberapa ahli di atas tentang kelebihan self-regulated learning dapat diambil garis besar bahwa secara umum kelebihan self-regulated learning yaitu dapat membantu seseorang untuk menjadi pebelajar yang mandiri sepanjang hidupnya. Selain itu, dengan self-regulated learning, seseorang dapat mengatur sendiri proses belajarnya sehingga belajar menjadi lebih mudah.
Back To Top