Tempatnya Berbagai Info Penulis

Iklan

Jumat, 10 Februari 2017

Pengaruh Kebudayaan India (Hindu-Budha) di Indonesia

Indonesia merupakan negara yang memiliki banyak budaya atau negara majemuk (pluralisme), yang terkenal akan banyaknya serta keunikan budayanya. Budaya tersebut berasal dari banyaknya suku bangsa yang ada pada nusantara. Budaya tersebut merupakan budaya asli dari bangsa Indonesia. Selain budaya dari dalam indonesia juga memiliki budaya dari luar, itu karena bangsa Indonesia bersifat terbuka dan memiliki kemampuan local genius, yakni kemampuan suatu bangsa untuk menyeleksi budaya yang masuk ke daerahnya dan menyesuaikan dengan budaya sendiri. Salah satu budaya luar yang masuk ke Indonesia adalah budaya india. Bagaimana budaya India tersebut bisa masuk ke indonesia ?, terdapat berbagai pendapat mengenai proses masuknya Hindu-Budha atau sering disebut Hindunisasi. Beberapa pendapat tersebut :

Teori Masuknya Budaya India Ke Nusantara

1.Teori Brahmana yang dicetuskan oleh J.C Van Leur

Teori ini berpendapat bahwa kebudayaan Hindu masuk ke Indonesia dibawa oleh kaum Brahmana yang mendapat undangan dari para raja raja di Nusantara untuk menobatkan mereka menjadi raja dengan upacara Abhiseka. Selain itu para brahmana memiliki peran di Indonesia yakni :
-Menyebarkan agama hindu
-Memimpin upacara atau kegiatan keagamaan
-Sebagai purohito (penasehat raja)
Teori ini dikemukakan oleh J. C Van Leur, ia berpendapat bahwa agama hindu masuk ke Indonesia di bawa oleh kaum brahmana, karena hanya kaum brahmana yang berhak mempelajari dan mengerti isi kitab suci weda. Pendapatnya ini juga berdasarkan pada pengamatannya terhadap sisa-sisa peninggalan kerajaankerajaan yang bercorak Hindu-Budha di Indonesia, terutama pada prasasti prasasti yang menggunakan bahasa Sansekerta dan huruf Pallawa, dimana huruf sansekerta dan pallawa tersebut hanya dipahami oleh para kaum brahmana.

2.Teori Kesatria yang dicetuskan oleh F. D. K Bosh

Teori ini mengatakan bahwa pada zaman dulu saat terjadi perang, para prajurit atau kesatria yang kalah perang banyak yang meninggalkan India, banyak diantara mereka yang melarikan diri ke Nusantara dan kemudian menyebarkan kebudayaan hindu di Nusantara.

3.Teori Waisya yang dicetuskan oleh NJ. Krom

Teori ini mengatakan bahwa agama Hindu yang masuk ke Indonesia di bawa oleh para pedagang India yang berdagang di Indonesia dan kemudian menyebarkan kebudayaan Hindu kepada penduduk pribumi.

4.Teori Sudra yang dicetuskan oleh Von Van Faber

Teori ini berpendapat bahwa kebudayaan Hindu masuk ke Indonesia dibawa oleh kaum sudra yang merupakan kasta terbawah. Penyebaran agama Hindu ini dilakukan di Nusantara karena alasannya karena mereka dianggap buangan sehingga mereka datang ke Nusantara untuk mengubah kehidupannya.

5.Teori arus balik atau mahasiswa

Teori ini mengatakan bahwa agama Hindu masuk ke Indonesia dibawa oleh para mahasiswa yang menempuh pendidikan di India dan belajar agama Hindu. Kemudian pulang ke Indonesia dan menyebar luaskan ajaran Hindu ke penduduk Indonesia. Ini mengatakan bahwa budaya Hindu dibawa oleh orang Indonesia sendiri.

Pengaruh Kebudayaan India di Indonesia

1.Bidang Keagamaan dan Kepercayaan

Sebelum budaya India masuk, di Indonesia telah berkembang kepercayaan Animisme (kepercayaan kepada roh nenek moyang) dan Dinamisme (memuja benda-benda yang dianggap memiliki kekuatan ghoib). Dengan masuknya budaya India berangsur penduduk Indonesia memeluk agama Hindu dan Budha, yang diawali oleh para raja dan keluarganya yang kemudian menyebar kepada rakyatnya. Agama hindu budha di Indonesia mengalami perpaduan dengan kepercayaan animisme dan dinamisme, atau bisa disebut sinkritisme. Sinkritisme sendiri ialah proses perpaduan antara 2 agama atau kepercayaan menjadi satu yang menghasilkan agama atau kepercayaan baru. Oleh karena itu kebudayaan hindu budha yang berkembang di Indonesia berbeda dengan yang ada di India. Perbedaan tersebut dapat dilihat  pada ritual keagamaan, contohnya upacara nyepi yang dilaksanakan umat hindu di Indonesia, upacara tersebut tidak dilakukan umat hindu di India.

2. Politik dan Pemerintahan

Sistem politik dan pemenrintahan kerajaan juga muncul dari pengaruh Hindu Budah di Indonesia. Sistem ini diperkenalkan oleh orang-orang India dan membuat masyarakat yang awalnya hidup dalam kelompok-kelompok kecil menjadi bersatu dan membentuk sebuah kekuasaan yang lebih besar dengan pemimpin tunggal yang terwujud sebagai seorang raja.Karena pengaruh inilah lahirlah kerajaan-kerajaan Hindu Budha di Indonesia.

3.Arsitektur


Tradisi megalitikum punden berundak yang menjadi peninggalan nenek moyang bangsa Indonesia di masa lalu juga diyakini telah berakulturasi dengan ilmu arsitektur yang dibawa India bersamaan dengan penyebaran Hindu Budha di Indonesia. Punden berundak berpadu dengan budaya India dan mengilhami gaya arsitektur pembuatan bangunan candi peninggalannya. Contohnya perpaduan pada candi borobudor yang berbentuk limas dan berundak-undak.

4.Bahasa

Bahasa Pallawa dan Sansekerta banyak digunakan pada kerajaan Hindu Budha di Nusantara ini menunjukkan adanya pengaruh kebudayaan Hindu Budha di Indonesia juga menyinggung bahasa dan aksara. Penggunaan bahasa pallawa mungkin tidak terlalu populer tapi penggunaan bahasa sansekerta masih ada sampai sekarang seperti Dasa Dharma, Bhineka Tunggal Ikan, Jalasveva Jayamahe dan lain sebagainya.

5.Sastra

Dengan masuknya budaya India ke Nusantara juga menyebabkan majunya kesusastraan di Nusantara. Karya sastra yang mereka bawa yakni kitab Ramayana dan Mahabarata. Adanya kedua kitab itu membuat pujangga pribumi menghasilkan karya sastra seperti kitab Arjunawiwaha, Kitab Sotasoma, Kitab Kertanegara dan lain sebagainya.

6.Sistem Pengetahuan

Akibat adanya pengaruh kebudayaan Hindu Budha masyarakat Indonesia pada masa lalu mengerti kalender tahun saka, yaitu kalender umat Hindu. Perbedaan tahun saka dengan masehi selisih 78 tahun dan dalam tahun saka terdapat 365 hari.

7.Bidang Sosial

Dalam kehidupan sosial terjadi perubahan perubahan akibat masuknya budaya Hindu Bhuda ke Nusantara. Perubahan itu disebabkan diperkenalkannya sistem kasta dalam tatanan masyarakat. Kasta itu diantaranya kasta brahmana (tertinggi), kesatria, waisya (para pedagang), dan sudra (kasta paling rendah).




Baca Juga

3 komentar:

  1. No 4 nya ke gabung... Mohon diperbaiki

    BalasHapus
  2. Mengingat pelajaran sekolah dulu gan. Ternyata pengaruh juga pada sastra ya gan. Majunya kesusastraan di nusantara.

    BalasHapus

Back To Top