Tempatnya Berbagai Info Penulis

Iklan

Jumat, 10 Maret 2017

Teori Masuknya Islam ke Nusantara


Islam adalah agama yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW sebagai nabi dan rasul terakhir. Islam merupakan agama yang paling sempurna. Indonesia merupakan negara dengan pemeluk islam terbesar di dunia, 80 persen lebih orang Indonesia beragama Islam. Perkembangan Islam  di Indonesia berlangsung dengan cepat. Namun pernahkah anda berpikir bagaimana Islam dapat masuk ke Nusantara ? ada beberapa pendapat mengenai proses masuknya Islam ke Nusantara.

Teori Masuknya Islam ke Nusantara

1.Teori Gujarat

Teori Gujarat ini pertama kali dicetuskan oleh Snouck Hurgronje, J. Pijnapel, WF Stutterheim, H.M Vlekke dan Moquetta. Teori ini berpendapat bahwa Islam di Nusantara dibawa oleh para pedagang dari Gujarat, India pada abad 7 Hijriyah atau 13 Masehi. Gujarat ini terletak di India bagian barat, berdekatan dengan laut Arab.Teori ini didasarkan pada :
-Kurangnya fakta yang menjelaskan peranan bangsa Arab dalam penyebaran Islam di Indonesia.
-Hubungan dagang Indonesia dengan India telah lama melalui jalur Indonesia – Cambay Timur Tengah – Eropa.
-Adanya batu nisan Sultan Samudra Pasai yaitu Sultan Malik tahun 1297 Masehi yang bercorak khas Gujarat.
-Tulisan Marcopollo dari Venesia (Italia) yang pernah singgah di Perlak tahun 1292. Ia menceritakan bahwa di Perlak sudah banyak penduduk yang memeluk Islam dan banyak pedagang Islam dari India yang menyebarkan ajaran agama Islam. Para ahli yang mendukung teori Gujarat, lebih memusatkan perhatiannya pada saat timbulnya kekuasaan politik Islam yaitu adanya kerajaan Samudra Pasai.
Pendapat ini diperkuat oleh Sucipto Wiryosuparto.Namun teori ini dibantah oleh ahli sejarah Azyumardi Azra, ia menjelaskan bahwa gujarat dan kota di anak benua India hanya tempat persinggahan bagi pedagang Arab sebelum melanjutkan perjalanan ke Asia tenggara dan Asia Timur. Selain itu pada abad 12-13 Masehi wilayah Gujarat masih dikuasai pengaruh Hindu yang Kuat.

2.Teori Persia

Teori ini berpendapat bahwa islam di Indonesia berasal dari Persia (Iran). Pencetus teori ini adalah Hoesen Djayadiningrat dan Oemar Amir, dengan alasan sebagai berikut :
-Kesamaan budaya dan tradisi yang berkembang antara masyarakat Persia dan Indonesia. Tradisi tersebut ialah perayaan 10 Muharam atau Assyura’ sebagai hari suci kaum Syiah atas wafatnya Husein bin Ali cucu Nabi Muhammad SAW dan Tradisi Tabot yang berkembang di Bengkulu.
-Ajaran Sufi Wihdatul  Wujud Syeh Siti Jenar dari Jawa Tengah memiliki kesamaan dengan ajaran Sufu Al Halaj dari Persia.
-Kesamaan seni kaligrafi yang terdapat pada nisan makam Islam di Indonesia dengan makan nisan di Persia.
-Penggunaan gelar Syah pada raja Islam di Indonesia.
Bukti dari Husein Djoyodiningrat didukung Oemar Amir Husein sebagai berikut :
-Di Persia terdapat suku Leran, mungkin suku Leran di Jawa Timur berasal dari Leran Persia.
-Di Persia terdapat suku Jawi. Suku Jawi duduga mengajarkan huruf arab di Jawa, yang disebut Arab Pego, yang sering digunakan dalam naskah islam kuno.

3.Teori Mekkah

Teori ini dicetuskan oleh Hamka dalam pidatonya pada Dies Natalis PTAIN ke-8 di Yogyakarta (1958), sebagai antitesis untuk tidak mengatakan sebagai sebagai koreksi teori sebelumnya yakni teori Gujarat. Disini Hamka menolak pandangan yang mengatakan bahwa Islam masuk ke Nusantara pada abad ke-13 M dan berasal dari Gujarat. Menurutnya Islam masuk ke Nusantara pada abad ke 7 M.
Teori ini didasarkan pada adanya buktu perkampungan Islam di Pantai Barus, Sumatra Barat, yang dikenal sebagai Bandar Khalifah. Wilayah ini sering disebut dengan wilayah Ta Shih. Ta Shih adalah sebutan orang-orang China untuk orang Arab. Bukti ini terdapat dalam dokumen dari China yang ditulis oleh Chu Fan Chi yang mengutip catatan seorang ahli geografi, Chou Ku-Fei. 
Dalam dokumen China keberadaan komunitas muslim Arab di Pantai Barus  tercatat sekitar 625 M. Melihat waktu tersebut berarti hanya 9 tahun dari rentang waktu Rasulullah menetapkan dakwah islam secara terbuka kepada penduduk Mekkah. Beberapa sahabat telah berlayar dan membentuk perkampungan Islam di Sumatra. Pelayaran ini sangat mungkin terjadi mengingat adanya perintah Rasulullah agar kaum muslimin menuntut ilmu sampai ke Negeri China. Hal ini berarti Islam masuk ke Indonesia saat Rasulullah masih hidup.
Bukti arkeologis juga ditemukan di Barus, berupa makam kuno di kompleks pemakaman Mahligai, Brus. Pada salah satu batu nisannya tertulis nama Syekh Rukunuddin yang wafat pada tahun 672 M. Para arkeolog dari Ecole Francaise D’exreme-Orient Prancis dan Pusat penelitian Arkeologi Nasionla menyatakan bahwa sekitar abad 9 sampai 12 Masehi, Barus menjadi sebuah perkampungan dari berbagai suku seperti Arab, Aceh, India, China, Tamil Jawa, Bugis, dan Bengkulu.
Itulah beberapa teori masuknya islam ke Nusantara. Apabila ada yang salah mohon dikoreksi karena saya juga manusia pasti juga ada salahnya. Terima kasih dan wassalam.

Baca Juga

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Back To Top