Tempatnya Berbagai Info Penulis

Iklan

Minggu, 09 April 2017

Cara Meresensi Buku, Unsur Unsur, dan Contohnya

Cara Meresensi Buku

Meresensi buku merupakan kegiatan yang dilakukan untuk memberikan pendapat dan penilaian terhadap isi sebuah Buku. Banyak majalah, surat kabar dan jurnal yang menyediakan rubrik resensi buku. Dalam dunia pendidikan juga sering menyuruh anak didiknya merensensi buku sebagai salah satu tugas akademik. Namun, penulis resensi pemula seringkali mengalami kesulitan, semoga dengan langkah ini anda tidak kesulitan lagi. Berikut beberapa langkah mudah cara meresensi buku.



1.Lakukan pengenalan buku, meliputi :
-Temu buku, dan deskripsi singkat buku.
-Siapa penerbit dari buku tersebut, kapan buku diterbitkan, dimana buku diterbitkan, tebal buku (jumlah halaman), format hingga harga buku yang ingin diresensi.
-Siapa pengarangnya : nama, latar belakang pendidikan, reputasi dan prestasi, karya apa yang ditulis, samapai alasan penulismembuat buku tersebt.
-Penggolongan/bidang kajian buku itu : ekonomi, teknik, politik, pendidikan, sosiolagi, geografi, bahasa, sastra, psikologi, dan lain sebagainya.
2.Baca seluruh isi buku yang akan diresensi secara cermat, teliti, dan menyeluruh. Peta permasalahan dalam buku itu perlu idpahami dengan tepat dan akurat.
3.Menandai baian bagian buku yang memerlukan perhatian khusus dan menentukan bagian bagian yang akan dikutip dalam data acuan.
4.Membuat sinopsis atau intisari buku yang akan diresensi.
5.Menentukan sikap atau penilaian terhadap hal hal berikut.
-Kerangka penulisan : bagaimana hubungan antar bagian satu dengan lainnya, bagaimana sistematika, dan dinamikanya.
-Isi pertanyaan : bagaimana bobot idenya, seberapa kuat analisinya, bagaimana kreativitas pemikirannya.
-Penggunaan bahasa : bagaimana pilihan katanya, bagaimana ejaanyya, bagaimana penggunaan kalimatnya, serta bagaimana penggunaan tanda bacanya.
-Aspek teknis : bagaimana tat letak, bagaimana kerapian, kebersihan, dan kualitas buku tersebut (apakah ada banyak atau sedikit salah cetak.
Sebelum melakukan penilaian, alangkah baiknya jika terlebih dahulu dibuat semacam garis besar (outline) dari resensi itu. Outline ini akan sangat membantu kita menulis.
6.Mengoreksi dan merevisi hasil resensi denga menggunakan dasar dasar dan kriteria kriteria yang telah kita tentukan sebelumnya.

Unsur Unsur Resensi

1.Identitas Buku
Meliputi Judul buku, nama pengarang, nama penerbit, ketebalan buku, tahun terbit, dan nomor buku. Selain itu identitas buku juga bisa meliputi ukuranbuku, warna dan ilustrasi sampul/jilid buku. Tapi hal ini jarang digunakan dalam resensi.
2.Ikhtisar Buku
Ikhtisar buku disususn berdasarkan pokok pokok yang terkandung dalam buku. Akan tetapi bila buku yang akan diresensi berupa novel maka cara menentukan pokok pokoknya berbeda dengan buku non fiksi. Pokok pokok isi novel dapat ditentukan dengan berdasarkan keadaan maupun peristiwa periwstiwa penting yang digambarkan dalam novel.
3.Kepengarangan
Sosok pengarang biasanya dicantumkan di belakang buku tersebut. Dari sanalah bisa berbicara tentang unsur kepengarangan.
4.Keunggulan dan Kelemahan Buku
Dalam unsur ini kamu dapa menilai berdasarkan kesederhanaan, kejelasan, kekhasan, bahasa, harga, dan aspek lainnya.

Contoh Resensi

Pengolahan Awetan Buah
Judul buku             : Mengawetkan Buah-Buahan
Penulis buku          : Hartono, dkk
Penerbit buku         : Angkasa Bandung
ISBN                      : 979-404-728-7
Jumlah hal              : 32
Presensi                   : M Figi Sepdiano Alwanandi
                                  XIMipa6
                      SMA Negeri 2 Lumajang
                                  Tahun Pelajaran 2017/2018






Buah-buahan merupakan bahan pangan sumber vitamin selain sayuran. Selain buahnya yang bisa dikonsumsi, bagian lain tanaman buah juga bisa dimanfaatkan. Misalnya daun pisang untuk bungkus pembuatan lontong.
Kesegaran buah cepat sekali berubah oleh pengaruh lingkungan, seperti suhu panas, serta jamur yang membuat kebusukan pada buah. Oleh karena itu diperlukan sebuah pengolahan yang bisa membuat masa simpan buah menjadi lebih tahan lama, yakni dengan cara diawetkan.
Hal tersebutlah yang melatarbelakangi Hartono, dkk untuk menyusun buku berjudul "Mengawetkan Buah-Buahan". Buku ini membahas tentang cara pengolahan awetan buah,  tidak hanya membahas awetan tradisional, tapi juga membahas pengolahan awetan modern. Dalam buku ini tidak hanya membahas satu pengawetan saja, banyak cara pengawetan yang dibahas dalam dalam buku. Tidak hanya itu, buah-buahan yang dibahas dalam buku ini sering kita jumpai, seperti buah pisang, pepaya, nanas, bahkan sampai buah sirsak juga dibahas dalam buku ini. Penggunaan bahasa yang sederhana membuat buku ini mudah dipahami, bahkan oleh orang biasa sekalipun. Dengan ukuran yang kecil, buku ini bisa dibawa kemana-mana sehingga anda bisa membacanya dimana saja.
Dengan banyaknya gambar pendukung, membuat buku ini lebih mudah dipahami, bahkan bagi orang yang belum pernah membuat awetan buah sekalipun. Namun sayangnya  gambar yang ada pada buku ini tidak berwarna sehingga membuat beberapa gambar tidak bisa dipahami. Tidak hanya itu,  kertas dalam buku ini menggunakan kertas buram yang membuat penyajiannya kurang menarik. Hal ini membuat pembaca malas untuk membacanya karena kertas buram yang tidak enak dilihat oleh mata.
Buku ini pantas dimiliki oleh Anda yang ingin menyimpan buah-buahan dalam waktu lama atau bagi Anda yang memiliki perkebunan buah, agar buah yang Anda panen bisa tahan lama. Dengan harga yang terjangkau buku ini bisa dimiliki orang biasa. 

Baca juga blog edukasi : tinulis


Baca Juga

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Back To Top