Tempatnya Berbagai Info Penulis

Iklan

Selasa, 22 September 2020

Pengertian dan Perbedaan Akuntansi dengan Akuntan

Perubahan yang cepat pada tatanan masyarakat telah menyebabkan banyaknya perubahan yang semakin kompleks terytama pada pengelolaan perusahaan. Adanya peningkatan aktivitas usaha yang dilakukan oleh perusahaan, baik itu perusahaan profit maupun perusahaan nonprofit semuanya merasakan beban yang sama. Agar semua kegiatan usaha dapat berjalan dengan baik dan lancar, perusahaan membutuhkan informasi mengenai kegiatan yang dilakukan secara cepat dan detail. Salah satu informasi yang paling penting dan diperlukan oleh perusahaan adalah informasi mengenai keuangan dan usaha yang telah dicapai. Informasi itu dikenal dengan akuntansi, berikut adalah penjelasan akuntansi :

Pengertian dan Perbedaan Akuntansi dengan Akuntan



Akuntansi

a.Pengertian akuntansi

Akuntansi berasal dari kata ‘account’ yang mempunyai arti memperhitungkan atau mempertanggungjawabkan pengelola perusahaan atas kepercayaan yang telah diberikan kepadanya.

Menurut AICPA akuntansi adalah suatu seni mencatat, pengelompokkan menurut cara yang berarti dan dinyatakan dalam nilai uang dan bersifat keuangan.

b.Bidang akuntansi

Pertumbuhan ekonomi yang kini semakin pesat, masalah perusahaan yang semakin kompleks karena adanya kemajuan teknologi, tmbulnya sistem ekonomi dan perpajakan yang baru dan tambahnya kebijakan pemerintah terhadap kegiatan perusahaan, para akuntan dituntut untuk mengkhususkan keahliannya di bidang akuntansi. Berikut adalah bidang spesialisasi akuntan :

-Akuntansi keuangan : akuntansi keuangan adalah akuntansi yang kegiatannya mencatat transaksi sampai dengan menyusun laporan keuangan untuk kepentingan pihak di luar perusahaan.

-Akuntansi manajemen : akuntansi yang meliputi segala kegiatan dan membantu manajemen perusahaan dalam mengambil keputusan setiap tindakan

-Akuntansi anggaran : akuntansi yang menyajikan kegiatan keuangan untuk jangan waktu tertentu dilengkapi dengan analisis

-Akuntansi perpajakan : akuntansi yang berkaitan dengan perpajakan

-Akuntansi pemerintahan : akuntansi yang kegiatannya berhubungan dengan pemeriksaan keuangan suatu negara

-Akuntansi pendidikan : akuntansi yang berhubungan dengan guru seperti guru akuntansi

-Akuntansi perbankan : akuntansi yang berhubungan dengan transaksi di bank seperti transaksi tunai dan kredit.

Akuntan

a.Pengertian profesi akuntansi

Akuntan adalah bidang pekerjaan yang menggunakan keahliannya dalam bidang akuntansi. Termasuk bidang pekerjaan akuntan intern yang bekerja di perusahaan keuangan atau dagang, akuntan publik, akuntan yang bekerja di pemerintahan, dan akuntan pendidik. Jadi akuntan ini adalah profesi.

Kenapa disebut sebagai profesi? Menurut Harahap (1991), dia menjelaskan bahwa ada ciri profesi yaitu :

a.Memiliki bidang yang ditekuni

b.Memiliki kode etik sebagai pedoman dalam berperilaku

c.Memiliki keahlian yang dibutuhkan oleh masyarakat

d.Berkumpul atau berhimpun dalam suatu organisasi yang diakui oleh masyarakat atau pemerintah

b.Jenis profesi akuntan

-Akuntan Publik

Akuntan publik adalah akuntan independen yang memberikan jasanya dengan dasar pembayaran tertentu. Akuntan publik bekerja bebas dan biasanya mendirikan suatu kantor akuntan.

-Akuntan Intern

Akuntan Intern adalah Akuntan yang bekerja di sebuah perusahaan atau organisasi. Akuntan Intern biasanya disebut juga dengan akuntan perusahaan.

-Akuntan Pemerintah

Akuntan pemerintah adalah akuntan yang bekerja pada lembaga pemerintahan seperti badan pengawas keuangan dan pembangunan (BPKP) dan Badan pengawas keuangan (BPK)

-Akuntan Pendidik

Akuntan pendidik adalah akuntan yang bekerja dalam dunia pendidikan. Contoh dari akuntan pendidik adalah pendidikan akuntansi, mengajar, dan menyusun kurikulum pendidikan akutansi di universitas.

c.Etika profesi akuntan

Akuntan memiliki etika yang harus dimiliki oleh seorang akuntan, terdapat 8 butir etika yaitu :

-Tanggung jawab profesi

Dalam melaksanakan tanggung jawabnya, seorang akuntan harus senantiasa menggunakan pertimbangan moral di setiap aktivitas yang dilakukan. Akuntan memiliki tanggung jawab tidak hanya pada pengguna jasa atau klien saja, tetapi juga pada rekan sejawat dan masyarakat secara umum.

-Kepentingan publik

Publik disini diartikan sebagai pihak-pihak yang terlibat secara langsung dan bergantung pada integras seorang akuntan. Seperti pemerintah, klien, investor, pemberi kredit, dan masyarakat secara langsung.

-Integritas

Untuk menjaga kepercayaan publik seorang akuntan harus dibekali dengan integritas tinggi. Dengan adanya integritas, seorang akuntan akan memberikan pelayanan yang jujur tanpa adanya unsure kepentingan atau keuntungan pribadi.

-Profesionalitas

Seorang akuntan harus berperilaku yang konsisten dengan reputasi profesi yang baik dan menjauhi tindakan yang dapat mendiskreditkan profesi.

-Objektivitas

Seorang akuntan dituntut untuj objektif, mereka harus terlepas dari berbagai kepentingan yang berhubungan dengan kewajiban profesionalnya.

-Kerahasiaan

Akuntan adalah profesi yang berhubungan langsung dengan data keuangan. Akuntan harus mampu memegang prinsip kerahasiaan,tidak boleh membocorkan informasi pada pihak manapun, tanpa adanya persetujuan dari pihak yang berwenang. Kecuali juka mengungkapkannya karena suatu kewajiban.

-Kompetensi dan kehati-hatian

Kompetensi menjadi salah satu penjamin mutu dan kualitas pelayanan. Seorang akuntan harus selalu bersedia mengasah pengetahuan dan keahlian, serta cermat dalam menjalankan profesinya.

-Standar teknis

Seorang akuntan wajib untuk mematuhi standar teknis dan standar profesional yang telah ditetapkan oleh perundang-undangan yang relevan, atau yang telah dirumuskan oleh Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) dan International Federation of Accountants

Baca Juga

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Back To Top