Tempatnya Berbagai Info Penulis

Iklan

Kamis, 17 September 2020

Pengertian Integrasi, Reintegrasi, dan Disintegrasi Sosial

 

Pengertian Integrasi, Reintegrasi, dan Disintegrasi Sosial

Indonesia sebagai negara yang kaya akan keberagaman suku, agama, dan golongan. Tentunya untuk mengatur negara Indonesia agar tentram tidaklah mudah. Selain keberagamannya yang sangat banyak, juga Indonesia merupakan negara kepulauan yang membuat Indonesia menjadi sulit untuk diawasi. Keamanan juga sulit untuk diawasi karena keperbedaan ini yang memunculkan konflik dan keperbedaan yang sangat beragam ini berpotensi menimbulkan konflik. Konflik ini yang memunculkan dan terjadinya Disintegrasi sosial.

Untuk mencegah dan meredamkan konflik, tentunya ada hal-hal yang perlu dilakukan agar keadaan normal kembali. Perpecahan yang diakibatkan karena adanya keperbedaan perlu adanya integrasi sosial agar masyarakat kembali satu hati.  Maka untuk menyatukan kembali masyarakat diperlukannya Reintegrasi dengan nilai dan norma yang baru dan menyesuaikan. Lalu apa yang dimaksud dengan Integrasi sosial, Disintegrasi sosial, dan Reintegrasi Sosial? Simak penjelasan berikut ini :

Apa Itu Integrasi Sosial?

Setiap orang yang menginginkan suatu kehidupan yang aman, damai, dan jauh dari konflik. Harus terciptanya Integrasi Sosial, masyarakat perlu melakukan upaya untuk menyatukan kemajemukan yang ada agar Integrasi bisa terwujud.

Integrasi berasal dari kata “Integration” yang artinya pembauran yang menjadi sebuah kesatuan yang bulat dan utuh. Menurut Paul B Horton, Integrasi adalah sebuah proses pengembangan dimana masyarakat yang mana kelompok ras dan etnik mampu berperan secara bersama-sama dalam kehidupan ekonomi dan budaya. Jadi, Definisi Integrasi Sosial adalah proses penyatuan kelompok sosial ke kesatuan wilayah yang utuh dan bulat. Penyatuan ini membuat kelompok dapat bekerja sama tanpa membedakan perbedaan yang ada sehingga menjadi satu kesatuan yang bulat.

Faktor pendorong yang membuat masyarakat pada akhirnya ingin bersatu padu adalah 1) Rasa saling memiliki antar satu dengan yang lainnya 2) Antar kelompok saling membutuhkan satu sama lain 3) adanya kesepakatan nilai-nilai yang mengikat masyarakat

Apa itu Reintegrasi Sosial? 

Reintegrasi adalah sebuah proses pembentukan nilai dan norma yang baru agar sesuai dengan ajaran kemasrakatan yang baru mengalami perubahan. Reintegrasi memiliki tujuan untuk membangun kembali persatuan dan kesatuan dengan nilai dan norma baru yang lebih menyesuaikan dengan masyarakat sehingga akan tercipta keharmonisan antar kelompok masyarakat yang beragam.

Contoh dari Reintegrasi adalah reintegrasi Aceh pascapemberontakan untuk memisahkan dirinya dari Indonsia. Pemerintah membentuk sebuah badan resmi yang bernama Badan Reintegrasi Aceh (BRA). Didalamnya terdapat susunan kepengurusan yang bertugas dan diharapkan mempu membangun integrasi Aceh dengan Indonesia

Apa itu Disintegrasi Sosial?

Keberagaman yang ada di Indonesia berpotensi memunculkan konflik dan kesalahpahaman yang kapan saja bisa terjadinya Disintegrasi Sosial. Menurut KBBI disintegrasi adalah suatu keadaan yang tidak berpadu, keadaan yang terpecah belah, tidak adanya kesatuan dan persatuan, dan perpecahan.

Jadi, Disintegrasi adalah keadaan dimana kesatupaduan dalam organisasi, kelompok, dan golongan di masyarakat sudah memudar yang bisa menimbulkan konflik dan perpecahan. Disintegrasi dipengaruhi karena adanya kesalahpahaman antara anggota, sanksi yang ada tidak berfungsi, anggota masyarakat yang melanggar aturan, dan masih banyak lagi.

Gejala yang ditimbulkan akibat dari disintegrasi menurut Astrid S. Susanto adalah :

1.Ketidaksepahaman antar anggota

2. Norma sosial tidak berfungsi

3.Sanksi melemah

4.Tindakan anggota menyimpang dan tidak sesuai dengan norma yang ada

Contoh dari disintegrasi sosial adalah aksi protes atau demonstrasi, kriminalitas, kenakalan remaja, korupsi, pembunuhan, penculikan, dan perilaku menyimpang lainnya.

Baca Juga

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Back To Top