Tempatnya Berbagai Info Penulis

Iklan

Rabu, 24 Februari 2021

Pengertian, Istilah-Istilah, Jenis, dan Langkah Membuat Distribusi Frekuensi


Pengertian Distribusi Frekuensi

Data dalam sebuah penelitian atau observasi biasanya masih berupa data mentah atau data acak. Contohnya data tinggi badan mahasiswa, maka data awal penelitian berupa susunan angka dan nama.

Nama              Tinggi

Andi                180 cm

Budi                178 cm

Chindy            165 cm

Dea                  170 cm

Fikri                 176 cm

Dan seterusnya

Dalam jumlah data yang besar, akan lebih memudahkan jika data dikelompokkan dalam kelas-kelas tertentu bersamaan dengan frekuensi yang sesuai. Frekuensi yang dimaksud adalah banyaknya data. Susunan data dalam bentuk tabel yang menyajikan kelas-kelas tertentu bersamaan dengan frekuensinya disebut dengan Distribusi Frekuensi. Dalam penyusunannya data distribusi frekuensi dikelompokkan dari data terkecil sampai data terbesar berdasarkan interval tertentu.

Contoh distribusi frekuensi

Berikut adalah data umur penduduk RT 6 Desa Karangsari yang disajikan dalam tabel distribusi frekuensi.

Istilah-Istilah pada Distribusi Frekuensi

- Interval kelas, adalah selang yang memisahkan kelas yang satu dengan yang lain. Interval diberikan untuk menetapkan kelas-kelas dalam distribusi, pada contoh diatas interval kelas [3-6], [7-10], [11-14], [15-18], [19-22], [23-26], dan [27-30]. Interval [3-6] secara sistematis merupakan interval tertutup [3,4,5,6], ia memuat bilangan 3 sampai 6.

- Batas kelas, adalah nilai-nilai yang membatasi kelas satu dengan yang lain. Batas kelas merupakan batas semu dari setiap kelas. Terdapat dua batas kelas pada tabel distribusi, yakni batas kelas bawah dan batas kelas atas. Contoh pada interval kelas [3-6], 6 adalah batas kelas bawah dan 6 batas kelas atas.

- Tepi kelas, adalah batas nyata kelas. Terdapat 2 tepi kelas, yakni tepi kelas bawah dan tepi kelas atas. Pada prakteknya tepi kelas diperoleh dari nilai rata-rata batas kelas bawah dengan batas kelas atas interval sebelumnya (tepi kelas bawah) atau batas kelas atas dengan batas kelas bawah berikutnya (tepi kelas atas). Contohnya pada interval kelas [3-6] batas kelas atas nilainya (6+7)/2= 6,5.

- Titik tengah kelas atau tanda tengah, adalah angka/nilai data yang terletak disuatu tengah kelas. Titik tengah kelas diperoleh dengan membagi dua jumlah batas kelas bawah dan atas suatu kelas. Contoh pada kelas [3-6], nilai tengah kelasnya (3+6)/2 = 4,5.

Jenis Distribusi Frekuensi

Berdasarkan bentuk penyajiannya distribusi frekuensi bisa dibagi atas 3 jenis, yakni :

1. Distribusi frekuensi normal/biasa

Distribusi frekuensi biasa adalah distribusi yang hanya berisikan frekuensi dari setiap kelompok data atau kelas. Terdapat 2 jenis distribusi yakni distribusi frekuensi numeric, contoh tabel frekuensi umur penduduk dan distribusi frekuensi peristiwa atau kegiatan, contoh tabel frekuensi banyaknya peristiwa pada hasil pelemparan besarnya angka dadu.

Contoh distribusi normal/biasa.


2. Distribusi Frekuensi Relatif

Distribusi frekuensi relatif adalah distribusi frekuensi yang menyatakan proporsi data yang berada pada suatu kelas interval tertentu. Distribusi frekuensi relatif suatu kelas diperoleh dengan cara membagi frekuensi kelas tersebut dengan total data. Distribusi frekuensi relatif akan memberikan informasi yang lebih jelas tentang porsi masing-masing kelas, karema bisa dilihat perbandingannya antara kelas satu dengan kelas yang lain.

Contoh distribusi frekuensi relatif


3. Distribusi Frekuensi Kumulatif

Distribusi frekuensi kumulatif adalah distribusi yang nilai frekuensinya menunjukkan jumlah observasi yang menyatakan kurang dari atau lebih dari nilai tertentu. Untuk memulai pernyataan kurang dari atau lebih dari digunakan batas bawah kelas interval.

a. Frekuensi kumulatif kurang dari, adalah penjumlahan dari mulai kelas terkecil sampai tertinggi dan jumlah akhirnya merupakan jumlah data.

Contoh frekuensi kulumatif kurang dari


b. Frekuensi kumulatif lebih dari, adalah pengurangan dari jumlah data dengan frekuensi tiap kelas dimulai dari kelas terkecil dan nilai akhirnya adalah 0.

Contoh distribusi frekuensi kumulatif lebih dari.

Langkah-Langkah Membuat Tabel Distribusi Frekuensi

Berikut langkah-langkah untuk membuat tabel distribusi frekuensi :

1. Urutkan data dari yang terkecil sampai yang terbesar.

2. Tentukan jangkauan/range (r) dari data dengan cara mengurangi data terbesar dengan data terkecil.

3. Tentukan banyaknya kelas (k) dengan rumus k = 1 + 3,3 log n, dimana n merupakan banyaknya data.

4. Tentukan panjang interval kelas (i), dengan ruus i = r/k, dimana i merupakan interval kelas, r jangkauan, dan k banyaknya kelas.

5. Tentukan batas kelas bawah kelas pertama. Tepi bawah kelas pertama biasanya dipilih dari data terkecil atau data yang berasal dari pelebaran jangkauan dan selisihnya harus kurang dari panjang interval kelasnya.

6. Tuliskan frekuensi keras didalam kolom turus sesuai dengan banyaknya data.

Contoh kasus,

Berikut data usia penduduk RT 6 desa Tegal Sari

6          3          16        7          21        12        21        8          30        13

16        17        17        3          22        12        23        14        29        13

11        9          17        11        23        14        25        4          28        14

18        18        18        19        26        11        22        13        27        12

7          13        19        9          30        20        25        20        27        21

Buatlah tabel distribusi frekuensinya!

Penyelesaian

1. Mengurutkan data

3          3          4          6          7          7          8          9          9          11

11        11        12        12        12        13        13        13        13        14

14        14        16        16        17        17        17        18        18        18

19        19        20        20        21        21        21        22        22        23

23        24        25        26        27        27        28        29        30        30

2. Menentukan jangkuan data

r           = 30 – 1 =29

3. Menentukan banyaknya kelas

k          = 1 +3,3 log n

            = 1 + 3,3 log 50

            = 6,606 à 7

4. Menentukan panjang interval

i           = r/k

            = 29/7

            = 3,85 à 4

5. Menentukan batas bawah kelas pertama

Data terkecil = 3

6. Membuat tabel dan menentukan frekuensinya





Baca Juga

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Back To Top