Tempatnya Berbagai Info Penulis

Iklan

Sabtu, 14 Agustus 2021

Penggolongan Biaya dalam Akuntansi Biaya



Pengertian Biaya

Biaya pasti tidak dapat dipisahkan dengan aktivitas usaha. Tanpa biaya sebuah usaha tidak akan dapat berjalan. Biaya dapat diartikan sebagai semua pengorbanan yang bertujuan untuk memperoleh manfaat yang dinyatakan dengan satuan uang menurut harga pasar yang berlaku. Contohnya perusahaan memiliki kas sebanyak 2 juta rupiah. Perusahaan tersebut membeli bahan baku senilai 1 juta rupiah, maka pengorbanan 1 juta rupiah tersebut adalah biaya.

Penggolongan Biaya

1. Menurut Objek Pengeluaran

Dalam penggolongan biaya berdasarkan objek pengeluaran, nama objek pengeluaran merupakan dasar penggolongan biaya. Misalnya nama objek pengeluaran adalah bahan baku, maka semua pengeluaran yang berhubungan dengan bahan baku disebut dengan biaya bahan baku.

2. Menurut Fungsi Pokok dalam Perusahaan

a. Biaya Produksi

Biaya produksi adalah segala pengorbanan yang dikeluarkan untuk proses produksi atau pengeluaran bahan baku menjadi barang yang siap dijual. Perhitungan biaya produksi dimulai dari awal pengelolaan bahan baku hingga barang jadi atau setengah jadi. Contoh biaya produksi adalah biaya bahan baku, biaya tenaga kerja langsung, biaya overhead pabrik.

b. Biaya Pemasaran

Biaya pemasaran adalah biaya yang terjadi sejak barang selesai diproduksi, disimpan dalam gudang, hingga barang tersebut dikembalikan lagi dalam bentuk tunai. Contoh biaya pemasaran seperti biaya iklan, biaya promosi, biaya angkutan gudang ke pembeli.

3. Menurut Hubungan dengan Sesuatu yang Dibiayai

a. Biaya Langsung

Biaya langsung adalah bagian biaya produksi yang dihubungkan dan dibebankan secara langsung dengan unit produksi. Dalam kaitannya dengan produksi biaya langsung terdiri atas biaya bahan baku dan biaya tenaga kerja langsung.

b. Biaya Tak Langsung

Biaya tak langsung adalah biaya produksi yang tidak dapat dihubungkan dan dibebankan secara langsung dengan unit produksi. Contoh biaya tak langsung adalah biaya overhead pabrik.

4. Menurut Hubungan dengan Perubahan Volume Kegiatan

a. Biaya Variabel (Variable Cost)

Biaya variabel adalah biaya yang jumlahnya berubah sebanding dengan perubahan pada volume kegiatan produksi. Semakin besar jumlah produksi semakin besar pula biaya variabelnya, berlaku juga untuk kondisi sebaliknya. Contoh biaya variabel seperti bahan baku.

b. Biaya Tetap (Fixed Cost)

Biaya tetap adalah biaya yang jumlahnya tetap meski volume produksinya berubah namun dalam batasan tertentu. Semisal untuk memproduksi 200 unit sepatu perusahaan Tommy memerlukan sewa gudang dengan ukuran yang mampu memproduksi 500 unit dengan biaya sewa 1 juta rupiah. Ketika perusahaan Tommy ingin menaikkan produksi menjadi 300, biayanya sewanya tetap, menaikkan menjadi 400, biayanya sewanya tetap. Namun ketika produksi melebihi batas gudang diatas 500 maka biaya sewanya bertambah, karena melebihi batas maksimal produksi di gudang tersebut.

c. Biaya Semi Variabel

Biaya semi variabel adalah biaya gabungan antara biaya variabel dengan biaya tetap. Biaya semi variabel jumlah totoalnya berubah sesuai dengan perubahan pada volume kegiatan produksinya, namun perubahannya tidak sebanding. Contoh biaya semi variabel adalah biaya listrik dan air.

5. Menurut Jangka Waktu Manfaat

a. Pengeluaran Modal (Capital Expenditure)

Pengeluaran modal adalah biaya yang mempunyai manfaat lebih dari satu periode pengeluarannya (biasanya 1 tahun). Contoh biaya pengeluaran modal adalah pembelian aktiva tetap.

b. Pengeluaran Pendapatan (Revenue Expenditure)

Pengeluaran pendapatan adalah biaya yang hanya mempunyai manfaat dalam periode terjadinya pengeluaran tersebut. Contoh biaya pengeluaran pendapatan adalah biaya iklan, biaya tenaga kerja, biaya promosi.

Baca Juga

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Back To Top