Tempatnya Berbagai Info Penulis

Iklan

Jumat, 25 Februari 2022

Pengertian, Syarat, Faktor, dan Bentuk Interaksi Sosial

 


Pengertian Interaksi Sosial

Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) mendefinisikan interaksi dengan : hal saling melakukan aksi; berhubungan; mempengaruhi; antarhubungan. Dalam hal ini interaksi sosial bisa diartikan suatu hubungan antara dua orang atau lebih yang saling mempengaruhi satu sama lain.

Adapun para ahli berpendapat mengenai interaksi sosial sebagai berikut :

1. H. Boner

Interaksi sosial adalah suatu hubungan antara dua atau lebih individu manusia, dimana setiap individu satu mempengaruhi, mengubah, atau memperbaiki sikap individu lain atau sebaliknya.

2. John Lewis Gillin dan John Philip Gillin

Interaksi sosial adalah hubungan-hubungan sosial yang  dinamis yang menyangkut hubungan antara orang-orang perorangan, antara kelompok-kelompok manusia maupun antara orang perorangan dengan kelompok manusia.

3. Bimo Walgito

Interaksi sosial adalah hubungan antara individu satu dengan individu lain, individu satu dapat mempengaruhi individu yang lain atau sebaliknya sehingga terdapat hubungan yang saling timbal balik.

4. Sarwono dan Meinarno

Interaksi sosial adalah hubungan timbal balik yang saling mempengaruhi antara individu dengan individu lain, individu dengan kelompok, dan kelompok dengan kelompok lain.

5. D. Hendropuspito

Interaksi sosial adalah hubungan sosial dinamis yang menyangkut hubungan antara individu dengan individu, antara kelompok dengan kelompok, dan antara individu dengan kelompok.

Syarat Interaksi Sosial

Soerjono Soekanto menyatakan interaksi sosial bisa terjadi apabila ada 2 hal, yakni :

a. Kontak Sosial

Kontak memiliki arti hubungan satu dengan yang lain, maka kontak sosial bisa diartikan sebagai hubungan antara dua pihak yang saling bereaksi satu sama lain. Kontak sosial dapat terjadi melalui kontak sosial langsung dan kontak sosial tak langsung. Contoh kontak sosial langsung adalah orang yang saling bersalaman atau menyapa, sementara contoh kontak sosial tak langsung adalah obrolan yang dilakukan melalui aplikasi WhatsApp. Kontak sosial dapat terjadi dalam bentuk, antara orang perorangan, perorangan dengan kelompok, dan kelompok dengan kelompok.

b. Komunikasi

Komunikasi adalah pengiriman dan penerimaan pesan antara dua orang atau lebih dengan tujuan pihak penerima pesan mengerti maksud pesan yang disampaikan pengirim pesan.  Dalam komunikasi pesan harus disampaikan menggunakan bahasa yang dapat dipahami oleh kedua belah pihak.

Faktor yang Mempengaruhi Interaksi Sosial

a. Faktor Imitasi

Faktor imitasi adalah dorongan untuk cenderung mencontek orang lain atau kelompok. Contohnya anak kecil yang cenderung mencontoh sikap orang tuanya.

b. Faktor Sugesti

Sugesti adalah pengaruh yang dapat menggerakkan hati orang. Faktor sugesti berlangsung apabila seseorang memberi suatu pandangan yang datang dari diri sendiri kemudian diterima oleh pihak lain secara emosi.

c. Faktor Identifikasi

Identifikasi merupakan kecenderungan-kecenderungan atau keinginan dalam diri seseorang untuk menjadi sama dengan orang lain.

d. Faktor Simpati

Simpati adalah kemampuan untuk merasakan diri seolah-olah dalam keadaan yang sama dengan orang lain dan ikut merasakan apa yang dilakukan, dialami atau diderita.

Bentuk Interaksi Sosial

a. Proses-Proses Asosiasi

1.Akomodasi, suatu proses penyesuaian aktivitas-aktivitas seorang atau kelompok yang berbeda pikiran menjadi sejalan. Akomodasi terdapat beberapa metode seperti : kompromi, peradilan, toleransi, dan lain sebagainya.

2. Asimilasi, proses dan bertingkah laku dalam pembentukan persamaan sikap, pandangan, kebiasaan, pikiran dan tindakan seseorang atau kelompok menjadi satu pikiran atau tindakan,

3. Akulturasi, proses perpaduan dua atau lebih kebudayaan sehingga terbentuk kebudayaan baru dalam suatu kelompok masyarakat.

4. Kerja sama, usaha bersama antara perorangan atau kelompok dengan kelompok untuk mencapai suatu tujuan yang sama.

b. Proses-Proses Disosiasi

1. Kompetisi, suatu persaingan yang terjadi antara dua atau lebih perorangan maupun kelompok dalam mencapai tujuan tertentu.

2. Kontravensi, suatu sikap sosial yang dilandasi atas rasa ketidakpercayaan pada individu atau kelompok sosial masyarakat. Sikap ini kemudian menjadi acuan untuk proses pemberontakan dan menyampingkan kepentingan perdamaian.

3. Konflik, perselisihan antara individu atau kelompok karena adanya perbedaan tentang suatu masalah maupun penyelesaiannya.

Baca Juga

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Back To Top