Tempatnya Berbagai Info Penulis

Iklan

Senin, 14 Maret 2022

Quality Control 7 Tools (Tujuh Alat Pengendalian Kualitas)



Quality Control 7 Tools atau lebih dikenal dengan tujuh alat pengendalian kualitas adalah tujuh alat dasar yang digunakan untuk memecahkan permasalahan produksi, khususnya masalah yang berkaitan dengan kualitas. Tujuh alat dasar ini pertama kali diperkenalkan oleh Kaoru Ishikawa pada 1968. Ketujuh alat pengendalian tersebut yakni :

1. Check Sheet (Lembar Periksa)

Check Sheet atau lembar periksa merupakan alat pengumpulan dan penganalisis data yang disajikan dalam bentuk tabel, berisi jumlah barang yang diproduksi dan jenis ketidaksesuaian beserta dengan jumlahnya. Tujuan penggunaan check sheet adalah untuk mempermudah proses pengumpulan data dan analisis,serta mengetahui area permasalah berdasarkan frekuensi dari jenis atau penyebab kecacatannya. Pelaksanaanya dilakukan dengan cara mencacat jumlah munculnya karakteristik yang tidak sesuai dengan standar yang telah ditetapkan. Beberapa manfaat dipergunakannya check sheet seperti dapat mempermudah pengumpulan data terutama untuk mengetahui suatu masalah yang terjadi, dapat mengumpulkan data tentang jenis masalah yang terjadi, dan menyusun data secara otomatis sehingga mempermudah pengumpulan data.

2. Pareto Analysys (Diagram Pareto)

Diagram Pareto adalah grafik balok yang menggambarkan perbandingan masing-masing jenis data terhadap keseluruhan data. Diagram pareto menunjukkan masalah berdasarkan urutan jumlah kejadiannya. Urutannya mulai dari jenis permasalahan yang paling banyak hingga yang paling sedikit dari kiri ke kanan. Dengan memakai diagram pareto akan dapat terlihat permasalahan yang paling dominan sehingga dapat menentukan prioritas penyelesaian masalah. Fungsi diagram pareto adalah untuk mengidentifikasi atau menyeleksi masalah utama untuk peningkatan kualitas dari kecacatan paling besar ke yang paling kecil.

3. Diagram Sebab-Akibat (Fishbone Diagram)

Diagram Sebab-Akibat adalah alat manajemen yang digunakan untuk mengidentifikasi dan menunjukkan hubungan sebab akibat dari suatu penyebab kecacatan atau permasalah produksi. Dengan menggunakan diagram sebab akibat akan diketahui akar penyebab dari suatu permasalahan terjadi. Selain itu, dengan diagram sebab-akibat dapat dilihat faktor-faktor yang terperinci yang memiliki pengaruh dan akibat pada faktor utama (produksi) yang dapat dilihat pada panah-panah yang berbentuk seperti tulang ikan. Karena bentuknya seperti tulang ikan, maka diagram sebab-akibat disebut juga dengan dengan Fishbone Diagram (Diagram Tulang Ikan). Faktor-faktor utama dalam diagram sebab-akibat dapat dikelompokkan atas 4M, yakni Material, Machine, Man, and Method.

4. Histogram

Histogram adalah tampian bentuk grafis yang menunjukkan distribusi data secara visual atau seberapa besar frekuesni suatu nilai yang berbeda itu terjadi dalam suatu kumpulan data. Histogram menunjukkan rentang nilai dari pengukuran dan frekuensi pada setiap nilai yang terjadi. Dengan histogram akan terlihat secara statistik deskriptif seperti rata-rata dan standar deviasi. Histogram yang berdistribusi normal akan memiliki kurva yang simetris, tidak miring ke kanan ataupun ke kiri, artinya banyak data terdaoat pada nilai rata-ratanya. Sedangkan bentuk kurva histogram yang miring atau tidak simetris menunjukkan bahwa banyak data yang tidak berada pada nilai rata-ratanya, kebanyakan data berada pada batas atas atau bawah.

5. Control Chart (Peta Kendali)

Peta kendali adalah alat kualitas control yang berbentuk grafik dan dipergunakan untuk memonitor dan memantau apakah suatu aktivitas/proses berada dalam pengendalian kualitas statistika. Peta kendali menunjukkan adanya perubahan dari waktu ke waktu, tetapi tidak menunjukkan penyebab penyompangan meskipun penyimpangan itu terlihat pada peta kendali. Peta kendali memiliki manfaat untuk membantu pengawasan atau pengendalian produksi, sehingga dapat memberikan informasi mengenai dimana dan kapan waktu yang tepat untuk melakukan perbaikan kualitas.

6. Scatter Diagram (Diagram Tebar)

Diagram Tebar adalah sebuah grafik yang menunjukkan hubungan antara dua pengukuran, apakah hubungan keduanya kuat atau lemah. Pada dasarnya diagram sebar digunakan untuk menguji bagaimana kuatnya hubungan antara dua variabel dan menentukan jenis hubungan tersebt, apakah positif, negatif, atau tidak ada hubungan sama sekali. Dua variabel yang ditunjukkan dalam diagram tebar dapat berupa karakteristik kuat dan faktor yang mempengaruhinya.

7. Flowcharts (Diagram Alur)

Diagram alur adalah grafik yang menyajikan sebuah proses atau sistem dengan menggunakan kotakbernotasi dan garis yang berhubungan. Diagram ini sangat sederhana, tetapi merupakan alat yang sangat baik untuk memahami sebuah proses atau menjelaskan langkah-langkah suatu proses.

Baca Juga

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Back To Top