Tempatnya Berbagai Info Penulis

Iklan

Jumat, 22 April 2022

Rencana Operasi Sumber Daya Manusia



Rencana operasi sumber daya manusia terkait dengan kebijakan umum perusahaan. Sebagai upaya untuk meningkatkan efektivitas setelah rencana umum ditetapkan maka organisasi perlu membuat rencana operasi sumber daya manusia. Rencana operasi sumber daya manusia merupakan penjabaran secara khusus dari rencana operasi sumber daya manusia yang akan ditempuh perusahaan. Rencana operasi dapat disusun berdasarkan kegiatan perusahaan dari tahun ketahun. Bagi perusahaan baru rencana operasi sumber daya manusia harus berdasarkan kebutuhan utama dalam pengembangan perusahaan. Secara umum rencana operasi sumber daya manusia dalam suatu perusahaan berkaitan dengan hal-hal berikut:

 

1.     Perencanaan kebutuhan sumber daya manusia

Perencanaan kebutuhan sumber daya manusia merupakan proses analisis dan identifikasi yang dilakukan organisasi terhadap kebutuhan akan sumber daya manusia, sehingga organisasi dapat menentukan langkah yang harus diambil untuk mencapai tujuan organisasi. Perencanaan sumber daya manusia dalam organisasi memiliki manfaat karena organisasi akan memiliki gambaran yang jelas tentang masa depan, serta mampu mengantisipasi kekurangan kualitas tenaga kerja yang diperlukan. Perencanaan sumber daya manusia dikatakan baik jika memenuhi beberapa syarat berikut:

 

a. Mengetahui secara jelas masalah yang direncanakan;

b. Mengumpulkan dan menganalisis informasi tentang sumber daya manusia dalam organisasi secara lengkap;

c. Adanya pengalaman yang luas tentang analisis pekerjaan (job analysis), kondisi organisasi, dan persediaan sumber daya manusia;

d. Mampu membaca situasi dan kondisi sumber daya manusia saat ini dan masa mendatang;

e. Memperkirakan peningkatan sumber daya manusia dan teknologi masa depan;

f. Mengetahui secara luas peraturan dan kebijakan pemerintah, khususnya yang menyangkut ketenagakerjaan.

 

Perencanaan akan kebutuhan sumber daya manusia merupakan langkah awal yang dilakukan oleh organisasi sehubungan dengan banyaknya tantangan yang akan dihadapi ke depan. Organisasi dalam kehidupannya selalu mengalami perubahan baik karena pengaruh internal maupun eksternal, hal ini akan berdampak terhadap volume kegiatan organisasi sehingga perlu adanya perencanaan kebutuhan sumber daya manusia yang nantinya akan mengisi posisi bidang-bidang tertentu.

 

2. Perencanaan akan kebutuhan tenaga kerja dalam menyelesaikan suatu pekerjaan.

Berdasarkan karakternya dalam suatu perusahaan banyak pekerjaan-pekerjaan yang secara khusus membutuhkan keahlian tertentu. Ketidaksiapan manajemen dalam menyiapkan sumber daya manusia untuk penyelesaian pekerjaan akan berakibat pada penurunan kinerja perusahaan. Kondisi ini mengakibatkan perlu adanya perencanaan kebutuhan tenaga kerja dalam menyelesaikan pekerjaan. Perencanaan kebutuhan tenaga kerja dalam menyelesaikan suatu pekerjaan merupakan rencana operasional sumber daya manusia yang harus dilakukan oleh perusahaan agar kebutuhan tenaga kerja dimasa yang akan datang terpenuhi dengan baik.

 

3. Rencana Remunerasi.

Rencana remunerasi dalam suatu perusahaan adalah bagian yang sangat krusial. Remunerasi adalah total kompensasi yang diterima oleh karyawan sebagai imbalan dari jasa yang telah dikerjakan. Remunerasi diasosiasikan dengan penghargaan dalam bentuk uang (monetary rewards), atau dapat diartikan juga sebagai upah atau gaji. Kegagalan pemberian remunerasi akan mengakibatkan keresahan pada karyawan. Remunerasi perlu direncanakan karena akan berkaitan dengan kemampuan operasional perusahaan.

 

4. Rencana pelatihan dan pengembangan karyawan.

Pelatihan merupakan kegiatan yang bermanfaat untuk memberi, memperoleh, meningkatkan, mengembangkan kompetensi ker-ja, produktivitas, disiplin, sikap, dan etos kerja pada tingkat ketrampilan dan keahlian tertentu sesuai dengan jenjang dan kualifikasi jabatan dan pekerjaan. Sedangkan pegembangan karyawan merupakan upaya penyiapan individu untuk berperan dan memikul tanggung jawab yang berbeda atau yang lebih tinggi dalam perusahaan, organisasi, atau lembaga. Pelatihan dan pengembangan karyawan harus direncanakan karena akan berkaitan dengan ketersediaan tenaga ahli atau karyawan yangmemiliki potensi tertentu. Rencana pelatihan dan pengembangan karyawan harus didesain sesuai dengan visi dan misi perusahaan.

 

5. Rencana keselamatan dan kesehatan kerja karyawan.

Kecelakaan kerja merupakan kejadian yang tidak dapat diduga. Kecelakaan kerja sering terjadi karena adanya kelalaian karyawan terhadap prosedur dan ketentuan kerja yang telah ditetapkan. Sebagai upaya untuk mengantisipasi terjadinya kecelakaan kerja maka perlu adanya rencana keselamatan dan kesehatan kerja. Rencana keselamatan dan kesehatan kerja adalah suatu program yang berupaya menjamin keutuhan dan kesempurnaan baik jasmani maupun rohani karyawan. Keselamatan dan kesehatan kerja pada dasarnya adalah upaya untuk mengantisipasi, mencari, serta mengungkapkan kelemahan yang memungkinkan terjadinya kecelakaan.

 

6. Rencana kesejahteraan karyawan.

Kesejahteraan karyawan merupakan pemenuhan kebutuhan karyawan yang dilakukan oleh perusahaan. Upaya ini dilakukan oleh perusahaan untuk memelihara karyawan baik dari segi rohani maupun jasmani guna mempertahankan kinerja dan sikap kerja yang baik dalam bekerja. Rencana kesejahteraan karyawan perlu didesain agar perusahaan tidak kehilangan karyawan yang memiliki keahlian di atas rata-rata sehingga mereka merasa betah untuk tetap menjadi bagian dari perusahaan.

 

7. Rencana hubungan industrial.

Hubungan industrial adalah hubungan semua pihak yang terkait atau berkepentingan terhadap proses produksi barang atau jasa pada suatu perusahaan. Pihak yang berkepentingan dalam perusahaan pemegang saham (stakeholder) yang sehari-hari diwakili oleh pihak manajemen harus terus membangun hubungan yang positif. Upaya ini akan tercipta jika perusahaan memiliki rencana hubungan industrial yang dapat diimplementasikan dengan baik. Rencana hubungan industrial dapat dibangu dengan memperhatikan isu-isu yang berkembang di lingkungan internal maupun eksternal perusahaan. Pemahaman yang baik terhadap isu-isu yang ada akan memberikan kemudahan bagi manajemen mengantisipasi kemungkinan-kemungkinan kejadian terburuk dalam manajemen.

 

8. Rencana penerapan peraturan kepegawaian.

Peraturan kepegawaian adalah ketentuan-ketentuan dasar yang mengatur keberadaan karyawan dalam suatu perusahaan. Peraturan kepegawaian perlu diterapkan sebagai upaya untuk meningkatkan produktivitas kerja karyawan. Ketidak patuhan karyawan terhadap peraturan yang ada akan mengakibatkan penurunan produktivitas kerja karyawan. Rencana penerapan peraturan kepegawaian perlu dilakukan dengan penuh kehati-hatian dan dilakukan secara bertahap dan perlu dipahami secara menyeluruh oleh karyawan karena hal ini sangat sensitif. Penerapan peraturan kepegawaian secara frontal akan mengakibatkan keresahan dalam diri karyawan.

 

9. Rencana penerapan disiplin kerja, dan rencana kerja lainnya. 

Penerapan disiplin kerja dan rencana kerja lain perlu direncanakan. Rencana penerapan disiplin kerja dan rencana kerja lainnya akan memudahkan perusahaan dalam mengelola peraturan perusahaan dan kepegawaian yang ada. Upaya ini harus sejalan dengan rencana penerapan peraturan kepegawaian.

 

10. Rencana penanganan keluhan dan ketidak puasan karyawan, dan rencana kerja lainnya.

Aktivitas perusahaan umumnya berkaitan dengan adanya paksa-an terhadap target dan rencana kerja yang telah ditetapkan oleh perusahaan sehingga sedikit banyak akan menimbulkan ketidakpuasan karyawan terhadap pelaksanaan proses kerja dan disiplin kerja yang ada. Perusahaan perlu melakukan penanganan terhadap ketidakpuasan karyawan karena penanganan yang tidak baik akan berakibat pada buruknya produktivitas dan kinerja karyawan.

 


Baca Juga

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Back To Top