Tempatnya Berbagai Info Penulis

Iklan

Minggu, 18 September 2022

Perilaku Biaya (Cost Behavior)

Pengertian Perilaku Biaya

Perilaku biaya atau Cost Behavior adalah pola yang menggambarkan bagaimana variasi jumlah biaya terhadap perubahan aktivitas usaha. Perilaku biaya menunjukkan suatu hubungan antara total biaya dengan perubahan aktivitas usaha pada perusahaan. Perilaku biaya menunjukkan gambaran aktivitas perusahaan, dimana aktivitas tersebut menunjukkan perubahan (naik-turunnya) suatu operasional perusahaan.

Terdapat 3 kategori perilaku biaya yakni biaya variabel (variable cost), biaya tetap (fixed costI), dan biaya semi-variabel. Selain itu ada beberapa alasan penting kenapa perusahaan harus mengetahui perilaku biaya, yakni :

1. Pengendalian biaya

2. Pengestimasian biaya

3. Pengambilan keputusan

Metode Penghitungan Perilaku Biaya

Dalam metode biaya, bisa diketahui terdapat pendekatan yang bisa digunakan untuk menghitung perilaku biaya yakni :

Metode Titik Tertinggi dan Terendah (High and Low Point Method)

Metode titik tertinggi dan terendah adalah suatu metode untuk menentukan persamaan garis lurus dengan terlebih dahulu memilih dua titik (tertinggi dan terendah) yang akan digunakan untuk menghitung parameter tititk potong (intercept) dan kemiringan (slope). Cara menentukan pola perilaku biaya dengan metode ini adalah menganalisis biaya masa lalu pada volume kegiata tertinggi dan volume terendah.

Biaya variabel ditentukan dari selisih antara biaya terendah dan tertinggi dibagi dengan selisih volume produksi.

Rumus Biaya Variabel Metode Tertinggi-rendah

Biaya tetap ditentukan dengan menghitung selisih biaya total dengan biaya variabel total Rumus Biaya Tetap Metode Tertinggi-rendah

Jika dirumuskan formulasinya adalah :

Formulasi

Metode Titik Sebaran (Scatterplot)

Suatu metode penentuan persamaan sautu garis dengan memplot data dalam suatu grafik. Langkah pertama adalah memplot titik-titik data sehingga hubungan antara biaya dan tingkat aktivitas dapat dilihat. Plot ini disebut sebagai grafik scatter. Salah satu tujuan dari grafik scatter adalah untuk melihat apakah asumsi hubungan linear wajar atau tidak.

Metode Kuadrat Terkecil

Metode yang meghitung besarnya deviasi dengan pertama-tama mengkuadratkan setiap deviasi dan kemudian menjumlah deviasi kuadrat tersebut sebagai ukuran kedekatan keseluruhan. Dengan formula Y=a+bX

Rumus Metode Kuadrat Terkecil

Contoh Soal :

Manajer pabrik menganggap bahwa waktu penyetelan mesin adalah penggerak yang baik untuk aktivitas penyetelan lini produksi. Data berikut menunjukkan biaya dan waktu penyetelan sealama 5 bulan terakhir :

Bulan

Biaya Penyetelan ($)

Waktu Penyetelan (Jam)

1

1000

100

2

1250

200

3

2250

300

4

2500

400

5

3750

500

Estimasilah komponen tetap dan variabel untuk biaya tersebut!

- Metode titik tertinggi dan terendah

penyelesaian 1

Jadi komponen biaya tetapnya adalah $312,50 dan variabelnya $6,875

Rumus biaya : Y = $312,50 + $6,875X

Metode Scatterplot


Dari tarikan garis yang melewati titik-titik pada grafis diatas titik 1 (100;1000) dan 3 300;2250) dianggap garis yang terbaik. Maka kedua titik tersebut digunakan untuk menghitung kemiringan.

Biaya variabel per unit = (Y2-Y1)/(X2-X1)

                                     = ($2250-$1000)/(300-100)=$6,25

Untuk menghitung biaya tetap, digunakan salah sati titik (1 atau 3), misalnya dipilih titik 1 maka :

Biaya tetap = $1000 - ($6,25x100) = $375

Jadi komponen biaya tetapnya adalah $375 dan variabelnya $6,25

Rumus biaya : Y = $375 + $6,25X

Metode Kuadrat Terkecil

Bulan

X

Y

XY

X2

Y2

1

100

1.000

100.000

10.000

1.000.000

2

200

1.250

250.000

40.000

1.562.500

3

300

2.250

675.000

90.000

5.062.500

4

400

2.500

1.000.000

160.000

6.250.000

5

500

3.750

1.875.000

250.000

14.062.500

Jumlah

1.500

10.750

3.900.000

550.000

27.937.500


Baca Juga

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Back To Top