Tempatnya Berbagai Info Penulis

Iklan

Rabu, 15 Juni 2022

New Seven Quality Tools

7 New Quality Tools atau sering dikenal dengan 7 management tools mulai diperkenalkan sekitar awal 1970-an. Tujuan lahirnya 7 new quality tools ini adalah untuk mengembangkan teknik-teknik pengendalian kualitas dengan menggunakan pendekatan desain. Berbeda dengan basic 7 quality tools yang berbasis data numeric, penggunaan new 7 tools ini bersifat kualitatif menggunakan data verbal. Penggunaan new 7 tools ini tidak bertentangan dengan basic 7 tools, melainkan saling melengkapi. Meskipun disebut menggunakan data verbal (kualitatif), namun tidak semua dari ketujuh alat dalam 7 new tools ini bersifat verbal, satu alat yang bersifat kuantitatif atau numerik dalam 7 alat yang baru ini adalah matrix data analysys.

Sifat dari 7 new quality tools ini adalah mendefiniskan masalah dengan data verbal dan mengumpulkan  ide dan memformulasikan rencana. Ini berbeda dengan basic 7 tools, dimana dalam 7 basic tools ini menggunakan pendekatan analitis.

7 New Quality Tools

Berikut penjelasan mengenai 7 New Quality Tools :

1. Affinity Diagram

Affinity diagram adalah alat yang digunakan untuk membantu mengorganisir data yang berupa gagasan opini, masalah, solusi dan sebagainya yang bersifat verbal yang diperoleh melalui sesi brainstorming, kemudian mengelompokkannya ke dalam kelompok-kelompok yang sesuai dengan hubungan alamiahnya untuk membantu pengambilan keputusan.  Affinity diagram atau diagram afinitas dikembangkan pertama kali oleh Antropolog Jepang Kawakito Jiro pada tahun 1960-an. Diagram ini dikenal dengan metode KJ (inisial penemunya). Diagram ini digunakan untuk mengorganisir berbagai ide, gagasan, saran atau data verbal lainnya yang masih kacau, kemudian dikelompokkan berdasarkan tema-tema yang serupa.

Metode ini biasa digunakan untuk menentukan dengan akurat masalah dalam situasi yang kacau dengan harapan dapat menghasilkan strategi solusi untuk penyelesaian masalah tersebut. Penggunaan metode ini membutuhkan keterlibatan semua pihak dalam organisasi, karena setiap orang akan memberikan gagasan dalam permasalahan tersebut.

Berikut beberapa langkah dalam membuat diagram afinitas

  • kumpulan seluruh pihak atau perwakilan anggota untuk melakukan curah pendapat (brainstorming)
  • Seluruh pihak suruh menuliskan ide untuk permasalahan yang dibahas, umumnya menggunakan media kertas Sticky Notes
  • Kumpulkan semua kerta Sticky Notes yang telah ditulis dengan berbagai ide ke dalam satu tempat, bisa berupa papan atau meja
  • Sorting dan klasifikasikan ide-ide tersebut menjadi beberapa kelompok yang memiliki persamaan
  • Berikan nama pada kelompok-kelompok ide yang telah tersusun tersebut.

Contoh Diagram Afinitas

 


Sumber : Kusnadi, Curah Pendapat dengan Affinity Diagram – Metode Kawakita Jiro atau KJ Method, 201

2. Interrelationship Diagram

Interrelationship atau diagram keterkaitan masalah adalah diagram yang menunjukkan hubungan sebab akibat pada suatu permasalahan. Dengan diagram ini dapat dengan mudah membedakan persoalan yang merupakan pemicu (driver) dan persoalan apa yang menjadi akibat pemicu tersebut (outcome). Diagram keterkaitan masalah digunakan ketika mencoba memahami hubungan antara ide atau hubungan sebab-akibat, seperti ketika mencoba mengidentifikasi area dengan dampak terbesar untuk diperbaiki atau ketika masalah kompleks sedang dianalisis penyebabnya.

Contoh Interrelationship Diagram :

 


Sumber : Besterfield (2016)

3. Tree Diagram

Tree diagram atau diagram pohon adalah teknik yang digunakan untuk memetakan secara lengkap jalur, kebijakan, tugas-tugas atau aktivitas-aktivitas dalam rangka mencapai tujuan utama dan tujuan sub yang terkait. Diagram pohon dimulai dari satu item yang bercabang, kemudian masing-masing cabangnya bercabang lagi dan seterusnya hingga Nampak seperti pohon yang bercabang-cabang. Diagram pohon menunjukkan secara sederhana besarnya masalah dan membantu untuk sampai pada metode-metode yang harus dikejar untuk mencapai hasil.

Diagram pohon dapat digunakan untuk membantu menemukan akar permasalahan atau menjelaskan langkah-langkah yang diperlukan dalam penyelesaian suatu masalah. Suatu permasalahan yang ingin dibahas dalam diagram pohon terdiri dari satu kategori besar yang dibagi menjadi 2 atau lebih cabang terperinci, kemudian cabang itu bisa dibagi lagi dan seterusnya. Dengan demikian dapat membantu dalam mendapatkan gambaran pada suatu permasalahan dan menyederhanakan permasalahan yang kompleks. Diagram pohon dapat digambarkan secara vertikal ataupun horizontal.

Contoh diagram pohon :

 


Sumber : Aziza, Nurul, and Fajar Bayu Setiaji-Pengendalian Kualitas Produk Mebel dengan Pendekatan Metode New Seven Tools, 30

4. Matrix Diagram

Matrix diagram adalah alat yang digunakan untuk menganalisis dan menampilkan hubungan antara dua atau lebih kelompok informasi. Matrix diagram terdiri atas baris dan kolom yang menggambarkan hubungan dua atau lebih faktor untuk mendapatkan informasi tentang sifat dan kekuatan dari masalah tersebut sehingga bisa didapatkan ide-ide untuk memecahkan permasalahan tadi. Matrix diagram akan membantu untuk sampai pada ide utama dan menganalisis hubungan atau tidak adanya di persimpangan dan menemukan cara yang efektif untuk mendapatkan metode pemecahan masalah. Alat ini bisa mengorganisasikan karakteristik, fungsi, dan tugas ke dalam suatu bentuk sehingga titik-titik keterkaitan logis antara dua variabel dapat ditentukan kekuatannya.

Contoh matrix diagram :

 


Sumber : Aziza, Nurul, and Fajar Bayu Setiaji-Pengendalian Kualitas Produk Mebel dengan Pendekatan Metode New Seven Tools, 30

5. Matrix Data Analysis

Matrix data analysis adalah alat yang digunakan untuk mengambil data yang ditampilkan dalam matrix diagram dan mengaturnya sehingga dapat lebih mudah dilihat dan menunjukkan kekuatan hubungan antar variabel. Hubungan antara variabel-variabel data yang ditampilkan pada kedua sumbu diidentifikasi dengan symbol-simbol untuk derajat kepentingan atau numerik untuk evaluasi. Matrix data analysis merupakan diagram analisis data numerik berbentuk matriks yang menghasilkan komponen utama pengganti variabel yang berpengaruh pada suatu masalah.

Contoh Matrix data analysis :

 


Sumber : Aziza, Nurul, and Fajar Bayu Setiaji-Pengendalian Kualitas Produk Mebel dengan Pendekatan Metode New Seven Tools, 32

6. Activity Network Diagram

Activity Network Diagram adalah alat yang digunakan untuk merencanakan atau penjadwalan proyek. Network diagram berupa jaringan kerja yang berisi lintasan dan urutan kegiatan. Dengan activity network diagram dapat melihat hubungan dan urutan kegiatan antar satu dengan lainnya, sehingga bila terjadi keterlambatan akan segera diketahui kegiatan apa saja. Beberapa versi activity network adalah CPM (critical path method), PERT (program evaluation and review technique), dan PDM (precedence diagram method).

Contoh Activity Network Diagram :

 


Sumber : Aziza, Nurul, and Fajar Bayu Setiaji-Pengendalian Kualitas Produk Mebel dengan Pendekatan Metode New Seven Tools, 31

7. Process Decision Program Chart (PDPC)

PDPC adalah alat yang dapat membantu dalam pemilihan proses yang paling baik untuk menemukan hasil yang sesuai dengan keinginan dari suatu permasalahan dengan melakukan evaluasi terhadap seluruh kemungkinan penyebab masalah terjadi. PDPC dibuat bukan hanya dengan tujuan pemecahan akhir dari suatu masalah, tapi juga menanggulangi resiko yang tiba-tiba mungkin terjadi. PDPC digunakan untuk merencanakan skenario, jika pada situasi tertentu terjadi masalah, telah direncanakan bagaimana kemungkinan penyelesaian masalahnya sehingga siap untuk ditangani.

Contoh PDPC :

 


Sumber : Aziza, Nurul, and Fajar Bayu Setiaji-Pengendalian Kualitas Produk Mebel dengan Pendekatan Metode New Seven Tools, 31

Baca Juga

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Back To Top