Tempatnya Berbagai Info Penulis

Iklan

Minggu, 11 September 2022

Makna Leksikal dan Gramatikal

Buku

Makna Leksikal

Makna leksikal adalah makna kata yang didasarkan pada kata yang sesungguhnya atau makna sebenarnya, memiliki sifat tetap dan bisa berdiri sendiri, yang berarti tidak berhubungan dengan konteks atau terlepas dari konteks. Leksikal berasal dari kata “leksikon” yang berarti kamus. Sehingga makna leksikal adalah makna yang terdapat dalam kamus. Makna leksikal tidak mengandung makna tersirat di dalamnya.

Prosedur pemaknaan atau komponen makna leksikal adalah sebagai berikut :

  • Penamaan (naming) atau penyebutan (labeling), menggunakan lambing yang berwujud satu kata berdasarkan pengalaman dan pengetahuan seseorang.
  • Parafrasa, menganalisis komponen makna lebih terperinci dengan melihat deskripsinya.
  • Mendefinisikan (definition), pengembangan dari parafrasa untuk menjelaskan makna agar lebih rinci.
  • Mengklasifikasikan (classified), menghubungkan dengan kelas kata, kelas kata tersebut dapat berupa cirinya.

Makna kata tidaklah tunggal, satu simbol data mewakili lebih dari satu padanan kata yang beragam. Makna leksikal dibagi atas beberapa jenis, yakni :

Sinonim

Sinonim adalah persamaan kata. Kata yang secara leksikon (terdapat dalam kamus) berbeda tapi memiliki persamaan kata.

Contohnya :

Besar -  agung

Pria - laki-laki

Perempuan - wanita

Antonim

Antonim adalah lawan kata. Kata yang secara leksikon memiliki makna yang berlawanan atau bertolak belakang.

Contohnya :

Maju - mundur

Panas - dingin

Siang - malam

Homonim

Hononim atau persamaan bunyi, adalah kata yang secara leksikon memiliki bunyi dan bentuk yang sama namun memiliki makna yang berbeda. Contohnya kata bulan memiliki bunyi dan bentuk yang sama tetapi memiliki makna berbeda. Bulan dapat diartikan sebagai satelit alami bumi. Kata bulan juga dapat diartikan sebagai satuan penanggalan.

Hiponim

Hiponim adalah kata yang maknanya terdapat atau tercakup banyak kata didalamnya yang sifatnya lebih umum.  Kata yang memiliki makna hiponim mewakili banyak yang yang mengakibatkan generalisasi. Contohnya planet dapat mewakili kata lain seperti bumi, mars, venus.

Meronim

Meronim adalah bagian atau anggota penyusun sesuatu. Meronim adalah kata yang secara leksikon merupakan bagian yang mewakili sesuatu secara keseluruhan. Singkatnya makna kata tersebut dapat mewakili makna lain yang lebih menyeluruh. Contohnya gading merupakan meronim dari gajah.

Makna Gramatikal

Makna gramatikal adalah makna yang timbul karena gramatika atau tata bahasa dalam bahasa Indonesia. Makna gramatikal muncul setelah dihubugkan dengan kalimat. Makna gramatikal dapat terjadi karena adanya afikasi (imbuhan), reduplikasi (pengulangan), komposisi, pembentukan frasa, klausa, serta kalimat. Makna gramatikal tidak dapat berdiri sendiri karena berkaitan dengan satuan bahasa lainnya. Makna gramatikal dapat dikelompokkan menjadi beberapa jenis, yakni :

Parafrasa

Parafrasa adalah pengungkapan kembali suatu tuturan dari sebuah tingkatan atau macam bahasa menjadi yang lain tanpa mengubah pengertian. Secara sederhana parafrasa adalah menyusun kembali kata-kata baru dengan mempertahankan makna aslinya.. Contohnya Jowy adalah anak tunggal. Kalimat tersebut setara dengan makna “Jowy tidak memiliki saudara kandung”.

Entailmen

Makna yang tercipta dari proses pembentukan yang juga hubungan dengan makna lainnya.  Suatu makna dapat menjadi ringkasan untuk makna lain yang berhubungan. Contohnya, “Akira sekarang tidak bekerja” sama dengan “Akira saat ini pengangguran”.

Praanggapan

Praanggapan merupakan makna kata yang ditimbulkan dari sebuah anggapan atau asumsi. Contohnya orang Indonesia ramah.

Kontradiksi

Makna kata yang bertolak belakang satu dengan makna kata lainnya. Kontradiksi menimbulkan makna kata pertentangan. Contohnya “Orang miskin itu mempunyai rumah megah”.

Tautologi

Tautologi adalah istilah yang merujuk pada makna yang dihasilkan bernilai ketetapan.  Makna kata ini berkaitan dengan fakta dan benar-benar sesuai keadaan sebenarnya tanpa diubah. Contohnya “Es terasa dingin”

Inkonsistensi

Makna kata yang tidak selaras antara analogi dengan objek yang dianalogikan. Ketidakselarasan tersebut terjadi karena makna kata tidak sepadan atau timpang. Contohnya “Mahasiswa lebih pintar dari anak TK”.

Anomali

Makna kata yang menimbulkan penyimpangan karena tidak dapat diterima secara umum atau dipandang tidak logis. Contohnya “Ayahku melahirkan”.

Ambigu

Ambigu adalah makna kata yang mengandung multitafsir (beberapa makna). Makna yang ditangkap antara satu orang dengan yang lain dapat berbeda arti. Makna ambigu juga bisa disebut makna ganda.  Contohnya “Amada makan dengan ikan” kalimat tersebut dapat bermakna “Amada makan dengan lauk ikan”, atau juga bisa bermakna “Amada makan bersama dengan ikan”.

Baca Juga

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Back To Top