Tempatnya Berbagai Info Penulis

Iklan

Kamis, 15 September 2022

Pengertian, Tujuan, Bentuk, dan Faktor yang Mempengaruhi Proses Sosialisasi

Sosialisasi


Pengertian Sosialiasi

Pada dasarnya manusia dalam menjalani kehidupan selalu bergantung dan memerlukan bantuan orang lain. Manusia adalah makhluk sosial yang memerlukan sosialisasi dengan orang lain untuk interaksi. Sosialisasi adalah rantai penting dalam sistem sosial masyarakat. Sosialisasi sangat penting, karena bila tak ada sosialisasi maka tujuan yang dimaksudkan untuk diri sendiri ataupun orang lain tidak bisa tercapai.

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) Sosialisasi adalah proses belajar seorang anggota masyarakat untuk mengenal dan menghayati kebudayaan masyarakat dalam lingkungannya. Secara umum sosialisasi dapat didefinisikan sebagai sebuah proses penanaman atau transfer kebiasaan, nilai atau aturan dari satu generasi ke generasi lainnya dalam sebuah kelompok atau masyarakat. Melalui proses sosialisasi seseorang dapat memahami dan menjalankan hak dan kewajibannya berdasarkan peran dan status masing-masing sesuai budaya masyarakat.

Bagi individu sosialisasi berfungsi sebagai pedoman dalam belajar mengenal dan menyesuaikan diri dengan lingkungan masyarakat. Sedangkan bagi masyarakat, sosialisasi berfungsi sebagai alat untuk melestarikan, menyebarkan, dan mewariskan nilai, norma serta kepercayaan dalam masyarakat. Adapun beberapa pendapat para ahli terkait sosialisasi antara lain :

  • Menurut Maclever, sosialisasi adalah proses mempelajari norma, nilai, peran, dan semua persyaratan lainnya yang diperlukan untuk memungkinkan berpartisipasi yang efektif dalam kehidupan sosial.
  • Menurut David A. Goslin, sosialisasi adalah proses belajar yang di alami seorang untuk memperoleh pengetahuan keterampilan, nilai-nilai dan norma-norma agar ia dapat berpartisipasi sebagai anggota dalam kelompok masyarakat.
  • Menurut Charlotte Buhler, sosialisasi adalah suatu proses yang membantu anggota masyarakat untuk belajar dan menyesuaikan diri terhadap bagaimana cara hidup dan bagaimana cara berpikir kelompoknya, agar ia dapat berperan dan berfungsi dalam kelompok tersebut.
  • Menurut Asep Mulyana, dkk dalam Modul Sosiologi Paket C, sosialisasi adalah proses yang berkaitan dengan cara individu memahami kehidupan sosial seperti norma dan nilai yang berlaku dalam kelompoknya.
  • Menurut Edward S. Greenberg, sosialisasi adalah suatu proses untuk mentransformasikan individu kepada pihak luar agar dapat ikut serta berpartisipasi secara aktif sebagai anggota suatu organisasi.

Tujuan Sosialisasi

Tujuan sosialisasi apabila diperinci antar lain :

  • Agar setiap anggota masyarakat mengetahui nilai-nilai dan norma yang ada pada suatu kelompok masyarakat
  • Agar individu dapat mengendalikan fungsi organik melalui proses pelatihan mawas diri yang tepat
  • Agar setiap anggota masyarakat memahami suatu lingkungan sosial dan budaya, baik lingkungan tempat tinggal seseorang maupun lingkungan baru
  • Agar individu mengembangkan kemampuan berkomunikasi, misalnya kemampuan membaca, menulis, dan lainnya
  • Untuk melatih ketrampilan dan pengetahuan individu dalam melangsungkan hidup bermasyarakat
  • Agar di dalam individu tertanam nilai-nilai dan kepercayaan yang ada di masyarakat

Bentuk Sosialiasi

Secara umum bentuk sosialisasi dapat dibagi atas 2 jenis, yakni :

Sosialisasi Primer

Sosialisasi primer merupakan sosialisasi pertama individu semasa dengan belajar menjadi keluarga atau anggota masyarakat. Sosialisasi primer berlangsung saat anak mulai mengenal anggota keluarga dan lingkungannya, hingga mampu membedakan dirinya dengan orang lain di sekitar keluarga. Sosialisasi primer menjadi pintu bagi individu untuk memasuki keanggotaan masyarakat.

Sosialisasi Sekunder

Sosialisasi sekunder adalah proses lanjutan dari sosialisasi primer, dimana proses berikutnya memperkenalkan individu yang telah disosialisasikan ke dalam kelompok tertentu pada masyarakat. Pada tahap ini individu mulai belajar mengenali lingkungannya diluar keluarga, baik itu nilai dan norma yang ada di lingkungan masyarakat.

Kedua proses sosialisasi ini terjadi di dua tempat, yakni tempat tinggal dan tempat kerja. Dalam dua tempat tersebut terdapat sejumlah individu dalam situasi yang sama, terpisah dari masyarakat luas dalam jangka waktu tertentu, bersama-sama menjalani hidup yang terkurungm dan diatur secara formal.

Faktor yang Mempengaruhi Proses Sosialisasi

a. Faktor Eksternal, adalah faktor yang berasal dari luar diri individu yang melakukan proses sosialisasi tersebut. Faktor eksternal ini contohnya norma-norma, sistem sosial, sistem budaya, sistem mata pencaharian yang ada di masyarakat.

b. Faktor Internal, merupakan faktr yang berasal dari dalam diri individu yang melakukan proses sosialisasi. Contoh faktor internal seperti pembawaan ataupun warisan biologis termasuk kemampuan yang dimiliki seseorang.

Baca Juga

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Back To Top